GUGUR GUNUNG EKONOMI DIY: Kredit Membaik, DPK Tumbuh

GUGUR GUNUNG EKONOMI DIY: Kredit Membaik, DPK TumbuhDiskusi Panel yang diselenggarakan Harian Jogja bertajuk Gugur Gunung Percepatan Pemulihan Ekonomi Perekonomian DIY, Rabu (9/6 - 2021). / Harian Jogja / Sunartono.
09 Juni 2021 19:27 WIB Sunartono Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank BPD DIY melihat kondisi perkreditan mulai membaik yang menjadi penanda bahwa usaha masyarakat masih hidup. Di sisi lain Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola bank ini bahkan tumbuh 2% selama pandemi.

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad menyatakan bantuan sosial memang sangat menolong dalam memulihkan ekonomi, tetapi pergerakan manusia justru sangat penting, karena kemudian diikuti pergerakan uang cukup tinggi. Adanya pertumbuhan ekonomi memang semakin nyata, saat ini aset Bank BPD DIY tumbuh 23%, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2%. Sebanyak 70% dari dana itu adalah tabungan masyarakat, ini menjadi kekuatan disertai dengan elektronifikasi untuk bisa tumbuh.

BACA JUGA : GUGUR GUNUNG EKONOMI DIY: Pemulihan Ekonomi Tak

“BPD ini bukan hanya sebagai bank umum, ini sangat melekat, berbeda dengan perbankan pada umumnya. Sinergi, semua OPD bergerak, semua perbankan bergerak. Kredit kecil di kami jumlah nasabah hampir 3.000, KUR hampir 24.000 nasabah,” ungkapnya dalam diskusi panel termin pertama yang diselenggarakan Harian Jogja bertajuk Gugur Gunung Percepatan Pemulihan Ekonomi Perekonomian DIY, Rabu (9/6/2021).

Diskusi panel ini dibagi dalam dua termin, pada pertama mengangkat tema khusus yaitu Kolaborasi Pemerintah dan Perbankan Mendorong pemulihan perekonomian DIY. Kemudian diskusi panel kedua bertajuk Investasi sebagai Peta Jalan Pemulihan Perekonomian DIY.

Diikuti oleh para pelaku UMKM, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi, pelaku wisata, pelaku usaha serta sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemda DIY dan kabupaten serta kota, perwakilan DPRD DIY. Diskusi ini didukung oleh Bank BPD DIY, Badan Otorita Borobudur (BOB), Pemda DIY dan Hotel Harper Malioboro, dengan dimoderatori oleh Presiden Direktur Aksara Dinamika Jogja Arif Budisusilo.

BACA JUGA : GUGUR GUNUNG EKONOMI DIY: Sinergi Kebijakan Sudah Berjalan Baik

Santoso Rohmad optimistis pertumbuhan ekonomi di 2021 bisa mencapai 6%. Saat ini restrukturisasi kredit masih lancar dan menunjukkan pergerakan, artinya usaha masyarakat masih hidup. Ia mengamati dalam beberapa pekan terakhir, setiap libur kawasan pariwisata semua macet. Hal ini harus direspons dengan baik, terutama kepada pemerintah agar memperhatian dari sisi kesehatan, agar membuat masyarakat lebih percaya diri. Karena percepatan vaksinasi akan memperkuat kepercayaan diri masyarakat untuk bergerak dan sinergi semua instansi.

“Keunggulan debitur kami lebih banyak, sehingga saat pandemi sebuah keuntungan kita meningkatkan perekonomian masyarakat di bawah. Selain dana desa yang bisa meningkatkan ekonomi pedesaan ditopang oleh Bumdes pariwisata. Kalau kita punya komunitas, ekonomi masyarakat didukung oleh SDM lokal. Ini kesempatan meningkatkan pertumbuhan ekomi didukung masyarakat bawah,” katanya.

Ia menyatakan kunci dari pertumbuhan adalah pergerakan manusia yang kemudian diikuti dengan pergerakan uang, sehingga menjadi sumber daya bisa kekuatan ekonomi. Apalagi dengan tumbuhnya DPK yang ditopang oleh dana masyarakat meneguhkan bahwa ada kekuatan yang potensial untuk ekonomi DIY.

“Sekarang ini untuk pengguna transaksi nontunai tumbuh. Ada OJK, Bank Indonesia, jadi Bank BPD DIY bisa mempertahankan pertumbuhannya. Selain agen kita juga QRIS ini menjadi salah satu alat transaksi yang sakti. Mobile banking kita, agen menyasar UMKM di pedesaan. Paling ujung sudah nontunai, destinasi sudah masuk dengan nontunai. Bagaimana edukasi masyarakat transaksi nontunai,” ucapnya.