Advertisement
Diskon PPnBM Diprediksi Membuat Leasing Tumbuh hingga Double Digit
Karyawan beraktivitas di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pelaku industri pembiayaan (multifinance) sektor otomotif percaya perpanjangan pemberlakuan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 100 persen bakal membantu mencapai target penyaluran pembiayaan tahunan.
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman menjelaskan, bahwa perpanjangan relaksasi PPnBM pasti akan berdampak positif bagi industri pembiayaan.
Advertisement
Terutama gap antara permintaan pembiayaan dan pengadaan unit mobil selama tiga bulan pertama penerapan PPnBM ini di lapangan terasa masih sangat lebar.
"CNAF sangat yakin perpanjangan stimulus ini dapat membantu perusahaan untuk mencapai, bahkan melebihi target realisasi kredit yang ditargetkan ditahun 2021 ini. Adapun target realisasi kredit pada tahun 2021 untuk Cnaf adalah Rp4,2 triliun atau meningkat 15 persen dari realisasi kredit tahun 2020," jelasnya kepada Bisnis, Senin (14/6/2021).
Sekadar informasi, CNAF sepanjang 2020 menyalurkan pembiayaan di lini mobil baru-bekas & kredit multiguna sebesar Rp3,75 triliun, atau masih mampu mencatatkan peningkatan 5 persen (year-on-year/yoy) dari Rp3,56 triliun pada 2019.
Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) William Francis mengungkap hal serupa, menilik antusiasme masyarakat yang berniat memanfaatkan harga miring untuk upgrade mobil baru masih tinggi.
"Diskon PPnBM 100 persen ini membawa dampak positif buat kami, ditandai dengan bertambah volume pencairan kredit. Tapi memang masih ada challenge dari sisi unit yang agak tersendat, karena issue produksi di beberapa merk. Mudah-mudahan di Juli ini, ketersediaan unit mulai optimal," ujar William.
Dia menjelaskan, apabila dampak PPnBM berjalan dengan baik, kredit di mobil baru mampu mendominasi pertumbuhan pembiayaan sebesar 20 persen (yoy) pada 2021, tepatnya dari Rp16,7 triliun ke Rp20 triliun.
Adapun, Vice Chairman of Executive Board PT Indomobil Finance Indonesia Gunawan Effendi menilai perpanjangan PPnBM 100 persen karena fenomena kelangkaan supply mobil ini sebenarnya dirasakan oleh seluruh dunia.
Terutama krisis ketersediaan semikonduktor (microchip) selaku bahan baku fitur elektronik pintar untuk mobil-mobil anyar.
"Bisa menambah produksi, tapi mungkin masih akan tersendat karena terbatasnya chips. Maka, perpanjangan pembebasan PPnBM tentunya menjadi kabar baik bagi seluruh pelaku bisnis yang terkait otomotif dan pembiayaannya," jelasnya.
Sekadar informasi, anak usaha PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) ini memiliki portofolio utama di sektor pembiayaan mobil dan alat berat, disusul motor, properti, multiguna, dan kredit modal kerja UMKM.
Indomobil Finance berhasil membukukan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,9 triliun pada 2020 dan menargetkan total pembiayaan baru tumbuh pesat menyentuh Rp4,6 triliun sepanjang 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement





