AirAsia Akuisisi Bisnis Gojek di Thailand US$50 Juta

AirAsia Akuisisi Bisnis Gojek di Thailand US$50 JutaArmada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said
07 Juli 2021 17:47 WIB Farid Firdaus Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – AirAsia Group Bhd melalui AirAsia Ads Sdn Bhd atau AirAsia Super Apps mengakuisisi sepenuhnya operasi bisnis ride-hailing dan fintech Gojek di Thailand senilai US$50 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Malaysia, Rabu (7/7/2021) AirAsia Group melalui anak usaha menandatangani perjanjian akuisisi 100 persen saham Velox Technology (Thailand) Co Ltd dengan nilai US$40 juta.

Saham tersebut tersebut dibeli dari Velox South-East Asia Holding Pte Ltd, Gojek Singapore Pte Ltd dan Velox Technology South East Asia.

AirAsia juga turut membeli Velox Fintech Co. Ltd senilai US$10 juta dari ketiga pihak tersebut.

Adapun CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, Airasia Digital dan  superapp Airasia akan menjadi mitra yang sangat berharga bagi perseroan karena memiliki tujuan yang sama untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sembari meningkatkan kesejahteraan hidup mitra driver dan mitra merchant.

“Di saat yang sama, kesepakatan ini memungkinkan kami memperkuat fokus dan investasi kami di pasar internasional, yaitu Vietnam dan Singapura - pasar yang memberi pengembalian investasi (return on investment) secara optimal dengan peluang pertumbuhan strategis terbaik,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (7/7/2021).

Sementara itu, CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan kerjasama dengan Gojek akan menjadi awal kemitraan strategis jangka panjang. 

 “Pengumuman ini merupakan awal dari kemitraan strategis jangka panjang yang luar biasa dengan Gojek yang akan menggebrak industri,” kata Tony.

Sebelumnya, sumber Nikkei Asia menjelaskan, kesepakatan AirAsia dan Gojek memungkinkan Gojek untuk memfokuskan sumber dayanya di bisnis Vietnam dan Singapura.

Seperti diketahui, kompetitor Gojek yakni Grab beroperasi di delapan negara Asia Tenggara. Sementara itu SEA Ltd, superapp lainnya, beroperasi di enam negara Asia Tenggara, dengan operasi lebih lanjut di Taiwan dan empat negara di Amerika Selatan.

Menurut penelitian mengenai pengiriman makanan oleh konsultan Singapura, Momentum Works, layanan Gojek memiliki pangsa pasar Thailand dan Vietnam yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan Grab dan Sea pada tahun 2020.

GrabFood mengambil 50 persen dari pasar pengiriman makanan Thailand senilai US$2,8 miliar pada 2020 dalam hal nilai barang dagangan, sementara Foodpanda dari Delivery Hero Group yang terdaftar di Frankfurt serta Lineman masing-masing mencakup 23 persen dan 20 persen. GoFood milik Gojek memiliki pangsa 7 persen di pasar.

Sumber : JIBI/Bisnis.com