Persiapkan Pariwisata Setelah PPKM Darurat, Ini yang Dilakukan Dinas Pariwisata DIY

Persiapkan Pariwisata Setelah PPKM Darurat, Ini yang Dilakukan Dinas Pariwisata DIYObjek wisata Tamansari, Jogja yang ditutup selama PPKM Darurat. Foto diambil, Minggu (18/7/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
19 Juli 2021 07:07 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com--Sektor pariwisata terus berbenah dan mempersiapkan berbagai langkah untuk nantinya dilakukan setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat usai.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan selama masa PPKM Darurat, seluruh objek wisata di DIY tutup. Saat itu pun, untuk sebagian pengelola wisata dimanfaatkan untuk memastikan fasilitas yang dimiliki berjalan, dan dapat digunakan semua. Ada juga yang melakukan perbaikan jalan menuju destinasi wisata.

Diakui Singgih, bagi industri pariwisata kondisi saat ini memang berat. Namun, bagaimanapun kebijakan PPKM Darurat ini sebagai upaya menekan kasus Covid-19, yang beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

“Semua perlu gotong royong, bersama-sama. Tidak mungkin Dinas Kesehatan berjalan sendiri. Semua tertib menjalankan protokol kesehatan,” ucap Singgih, Jumat (16/7/2021).

Berbagai upaya juga coba dilakukan Dispar DIY untuk membantu para pelaku pariwisata. Dia berharap segala sesuatu yang direncanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), salah satunya Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dan Hibah Pariwisata dapat segera diluncurkan.

“Kemudian untuk mengatasi jangka pendek, sembako Bantuan Langsung Tunai nanti dilakukan Kemensos tentunya. Kami sendiri dari Pemda DIY sedang mengupayakan, menyusun untuk bisa membantu, entah nanti untuk subsidi hotel yang digunakan isolasi mandiri atau seperti apa,” ucap Singgih.

Dia menambahkan, saat ini dinasnya bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, tengah mematangkan konsep travel corridor yang sebelumnya telah disiapkan. Mulai dari paket, harga, kemudian pengembangan sistem di aplikasi Visiting Jogja, untuk pendaftaran, pengaturannya, selain juga insentifnya terus dimatangkan.

Setelah situasi membaik, dia berharap bersama-sama dengan industri bergerak menjalankan program travel corridor. Dengan menggandeng sejumlah organisasi pariwisata yang ada di DIY, program ini akan lebih terencana, aman dan sehat, karena mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Target awal program ini akan menyasar ASN dari lingkup Pemda DIY.

Mulai Ulang

Singgih berharap setelah pandemi berakhir, pariwisata DIY bisa di-restart. Menemukan dan memperkuat kembali roh pariwisata DIY yang berbasis budaya dan alam.

“Segala aktivitas nantinya akan tumbuh pada dua itu. Budaya terkait pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, pendayagunaan. Sementara alam mengimplementasikan filosofi hamemayu hayuning bawana, rahayuning bawana kapurba waskitaning manungsa. Jadi semakin melestarikan alam itu, semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan,” ujar Singgih.

Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Ajie mengatakan diberlakukannya PPKM Darurat memang berat bagi industri pariwisata.

Selain mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban industri pariwisata, Bobby juga mengharapkan komitmen semua pihak untuk menjaga protokol kesehatan dan monitoring serta evaluasi dilakukan. Sehingga, pengorbanan yang dilakukan industri tidak sia-sia.

Menurutnya industri di GIPI DIY, telah berkomitmen untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Bobby mengharapkan kedepan kondisi semakin membaik, kasus Covid-19 dapat terkendali. Apa yang sudah direncanakan sebelumnya yaitu travel corridor dapat berjalan.

“Kami juga sudah bersinergi luar biasa dengan BOB selama ini. Harapan kami dalam waktu dekat rencana travel corridor ini bisa berjalan,” ucap Bobby.

Dikatakan Bobby, kondisi sekarang antara menjaga kesehatan dan pariwisata memang bertolak belakang. Namun, dengan adanya travel corridor dirasa bisa menjadi solusi untuk tetap bisa berwisata dengan aman dan sehat, dengan kontrol dan monitoring.

Dia juga mengharapkan dalam kondisi yang sangat dinamis ini, penting untuk membangun komunikasi yang lebih intens, positif dan konkrit, antara Pemda DIY dan industri.  Dengan komunikasi yang baik nantinya recovery pariwisata akan berjalan dengan baik pula.