Danantara Soroti Rencana Pengalihan Dividen Rp120 Triliun ke APBN
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.
Pengunjung berjalan di pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (4/8/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Perekonomian Indonesia tumbuh mencapai 7,07 persen pada kuartal II/2021 secara tahunan (year-on-year/yoy), melonjak tinggi dari kuartal II/2020 di mana terjadi kontraksi sebesar -5,32 persen.
Meski berhasil mengeluarkan Indonesia dari resesi, lonjakan pertumbuhan secara tahunan (yoy) tersebut dinilai merupakan pertumbuhan semu. Dalam artian, meski dengan pertumbuhan tinggi, ekonomi dan kegiatan masyarakat masih belum kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.
Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menyebut pertumbuhan yang sangat tajam secara tahunan itu tidak lantas menandai ekonomi nasional kembali ke level normal.
Oleh sebab itu, Andry membandingkan pertumbuhan PDB kuartal II/2021 dengan capaian rata-rata sebelum adanya pandemi yaitu di 2018 dan 2019. Hasilnya, jika dibandingkan dengan capaian rata-rata pertumbuhan kuartalan di 2018 dan 2019, pertumbuhan PDB di kuartal II/2021 justru mengalami penurunan.
“Di kuartal kedua [2021], jika kita bandingkan dengan sebelum era pandemi, pertumbuhan baru di 3,87 [persen]. Kalau kita lihat di natural rate growth-nya yaitu 5 persen, tentu jawabannya adalah kita belum menuju ke arah sana,” jelas Andry pada konferensi pers virtual “Waspada Gelombang 2 Pemulihan Ekonomi: Tanggapan Kinerja Ekonomi Triwulan II-2021”, Jumat (6/8/2021).
Tidak hanya ekonomi, mobilitas masyarakat juga belum kembali ke level normal atau level sebelum pandemi Covid-19. Data yang ditunjukkan oleh Google Mobility Index, tambah Andry, menggambarkan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang belum mencapai base line di Februari 2020.
BACA JUGA: Kasus Jual Beli Kios Kawasan Parkir Abu Bakar Ali Jogja Terungkap, Negara Rugi Rp4,1 Miliar
“Artinya, aktivitas masih belum cukup normal. Lalu, kita masih ada beberapa hal seperti protokol kesehatan, social distancing, dan sebagainya. Ini yang memang saya rasa masih membuat perekonomian kita masih tumbuh terbatas,” tuturnya.
Di sisi lain, pertumbuhan yang semu juga merujuk pada tantangan yang berpotensi akan dihadapi ekonomi di paruh kedua 2021, akibat penerapan PPKM Darurat dan level 4. Adapun, PPKM Darurat telah dilaksanakan sejak awal Juli 2021 atau memasuki awal kuartal III/2021, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang dipicu oleh varian Delta.
Andry lalu memperkirakan jika kondisi pandemi belum mereda di kuartal III/2021, maka pertumbuhan ekonomi bisa menurun atau lebih rendah dari capaian di kuartal II/2021 secara tahunan (yoy).
Pasalnya, pada kuartal III/2020, kebijakan PSBB dilonggarkan sehingga basis dari perbandingan pertumbuhan antara kuartal II/2021 dan kuartal III/2021, akan berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.