Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan kredit perbankan pada akhir 2025 tetap mampu mencapai level 8 persen, meski sepanjang tahun ini menunjukkan tren perlambatan. Target tersebut masih berada dalam kisaran proyeksi BI sebesar 8–11 persen.
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, mengatakan capaian pertumbuhan kredit tahun ini memang tidak sekuat tahun sebelumnya. Hingga November 2025, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,74 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10,79 persen (yoy).
Menurut Solikin, perlambatan pertumbuhan kredit dipengaruhi tantangan dari sisi permintaan maupun penawaran. Kondisi tersebut membuat penyaluran kredit masih memerlukan dorongan tambahan agar dapat bergerak lebih kuat hingga akhir tahun.
Jika dilihat berdasarkan jenisnya, kredit perbankan pada November 2025 terutama ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 17,98 persen. Sebaliknya, kredit modal kerja (KMK) hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,39 persen.
Solikin menjelaskan pertumbuhan KMK yang relatif rendah tidak terlepas dari kondisi kegiatan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada pembiayaan modal kerja masih menghadapi keterbatasan permintaan, sehingga penyaluran kredit di segmen ini belum optimal.
Sementara itu, kredit investasi tetap tumbuh kuat karena didorong oleh keyakinan pelaku usaha terhadap prospek perbaikan ekonomi nasional. Persepsi positif tersebut sejalan dengan mulai terlihatnya dampak program-program strategis pemerintah terhadap perekonomian.
BI memperkirakan pertumbuhan kredit tahun 2025 berada di kisaran 9 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 10 persen. Proyeksi ini mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang masih cenderung melemah.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan permintaan kredit yang masih tertahan dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang berjalan relatif lambat.
Meski demikian, minat penyaluran kredit perbankan dinilai masih cukup baik. Hal ini tercermin dari persyaratan pemberian kredit atau lending requirement yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM.
Di tengah tantangan perlambatan intermediasi, Bank Indonesia menegaskan ketahanan industri perbankan nasional tetap terjaga, sehingga diharapkan mampu menopang pertumbuhan kredit dan mendukung pemulihan ekonomi hingga akhir 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.