Mulai 1 Oktober, OJK Wajibkan Laporan Insidental PMDK Lewat Sistem Terintegrasi
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019)./ANTARA-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih diperpanjang hingga 13 September 2021. PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I kembali mengingatkan penumpang pesawat domestik untuk memenuhi persyaratan naik pesawat selama masa tersebut.
VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan menjelaskan saat ini syarat penerbangan domestik dibedakan berdasarkan wilayahnya. Pertama antar bandara di wilayah Jawa-Bali. Bagi calon penumpang di wilayah itu diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.
Kemudian bagi calon penumpang yang vaksin dosis pertama diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.
“Bagi calon penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Ketentuan ini berlaku untuk perjalanan udara ke antara bandara yang berada di wilayah PPKM Level 4, Level 3, maupun Level 2 di Jawa-Bali,” ujarnya, Kamis (9/9/2021).
Sementara itu, untuk penerbangan domestik dari luar wilayah Jawa-Bali ke bandara di Jawa-Bali, maupun sebaliknya, calon penumpang menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. Calon penumpang juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.
Baca juga: Dispar DIY Siapkan Layanan Pendukung Pariwisata
Tak hanya itu, Pelaku perjalanan dalam negeri khususnya penumpang pesawat wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat bepergian yang berlaku mulai Selasa (7/9/2021).
Berdasarkan adendum Surat Edaran (SE) No. 17/2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 secara umum mengatur persyaratan yang relatif sama seperti yang berlaku pada periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebelumnya. Hanya ada sejumlah ketentuan yang ditambahkan dalam adendum SE KaSatgas ini.
"Menambahkan beberapa ketentuan bahwa setiap pelaku perjalanan dalam negeri wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri," bunyi adendum SE tersebut.
Poin ketentuan tambahan lainnya adalah operator moda transportasi juga diwajibkan menggunakan PeduliLindungi untuk memeriksa hasil tes RT/PCR atau Swab Antigen yang hasilnya menunjukkan negatif dan sudah melakukan vaksinasi dosis pertama atau dosis lengkap bagi setiap pelaku perjalanan dalam negeri sewaktu melakukan check in.
SE ini berlaku mulai 7 September 2021 hingga waktu yang belum ditentukan dan akan dievaluasi kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
Budaya pakewuh dapat menghambat perkembangan bisnis. Pelaku UMKM didorong bersikap tegas, memanfaatkan pemasaran digital, dan meningkatkan literasi untuk memper
SIM Keliling Malam Sleman hadir di Sleman City Hall pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.00–21.00 WIB. Simak jadwal dan syaratnya.
UII membahas sejarah kejayaan sains Islam, faktor kemundurannya, serta strategi rekonstruksi melalui kajian turats dan epistemologi Ulil Albab.
ESDM merevisi Perpres Nomor 26 Tahun 2026 untuk memperkuat pengadaan minyak mentah, termasuk keterlibatan BLU dan skema impor dari Rusia.
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.