Bahlil Perkirakan Sirkuit Mandalika Bakal Tarik Banyak Investor

Bahlil Perkirakan Sirkuit Mandalika Bakal Tarik Banyak InvestorFoto udara operator menggunakan alat berat mengerjakan pembangunan "tunnel" atau terowongan Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi
13 September 2021 04:27 WIB Maria Elena Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memperkirakan, Sirkuit Mandalika akan memberikan daya tarik tersendiri bagi pengusaha untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Adapun, Bahlil mengatakan, dia baru saja melakukan tinjauan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sekaligus menjajal sirkuit MotoGP Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (11/9/2021).

BACA JUGA : Pengaspalan Trek Utama Sirkuit Mandalika Selesai

Pada kunjungannya itu, Bahlil menyampaikan sirkuit ini memiliki kelebihan yang luar biasa dibandingkan sirkuit di negara lain, karena memiliki panorama alam yang indah dengan bentangan pantai yang biru.

“Sudah paten sekali sirkuit ini. Feeling saya, nanti begitu perhelatan MotoGP selesai digelar, tenant akan banyak yang masuk. Karena kita tidak perlu lagi menjelaskan bagaimana kelebihan dan keindahan sirkuit ini karena sudah banyak orang yang datang menyaksikan. Ke depan, semoga akan banyak event-event internasional yang juga akan diselenggarakan di sini,” katanya dalam siaran pers, Minggu (12/9/2021).

Bahlil berharap ke depannya Mandalika tidak hanya digunakan untuk olahraga otomotif dunia, melainkan juga olahraga dunia lainnya seperti golf.

Dia pun mengingatkan agar PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias ITDC selaku pihak pengelola KEK Mandalika terus memantau progres realisasi investasi di KEK tersebut.

BACA JUGA : Sirkuit MotoGP Indonesia di Mandalika Berkonsep Jalanan

“Jangan sampai di-kavling-kavling, namun ternyata tidak ada realisasi. Kalau ada timeline realisasinya, itu akan lebih bagus supaya jika pada saat nanti mereka [investor] tidak mampu merealisasikan investasinya, maka bisa ditinjau permasalahannya. Jika alasannya jelas, oke bisa diperpanjang. Namun jika tidak dan ada pihak lain yang berminat, maka bisa dikasihkan ke yang lain,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, KEK Mandalika ditetapkan sejak tahun 2014 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 52/2014 dan masuk kedalam Proyek Strategis Nasional sejak tahun 2016 berdasarkan Peraturan Presiden No, 3/2016 sampai akhirnya diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 17 Oktober 2017.

Saat ini, perkembangan pembangunan sirkuit telah mencapai 96,02 persen. Adapun master plan pembangunan sirkuit ini yaitu panjang sirkuit 4,31 km, 17 tikungan, pit area hingga 40 garansi, lebih dari 50.000 kapasitas tempat duduk, dan direncanakan hinga 7.700 penonton.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia