KPPU Pusat Resmikan KPPU Wilayah 7 DIY-Jateng

KPPU Pusat Resmikan KPPU Wilayah 7 DIY-JatengSuasana peresmian Kantor KPPU Wilayah 7 di Jogja, Rabu (15/9/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
16 September 2021 09:07 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Pusat meresmikan Kantor Wilayah 7 dengan area kerja DIY-Jawa Tengah (Jateng). Hadir dalam peresmian Kepala KPPU Pusat, Kodrat Wibowo dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Acara ini juga sebagai puncak rangkaian ulang tahun KPPU yang ke-21.

Kodrat mengatakan apabila tugas KPPU Wilayah 7 DIY-Jateng tidak berbeda dengan pusat. Ada ruang untuk diskusi, konsultasi, penelitian sampai menerima aduan dari pelaku usaha besar maupun kecil. Berbeda dengan kantor wilayah lain, di KPPU Wilayah 7 berdiri Oemah Kemitraan sebagai pusat kemitraan. Di sini pelaku usaha kecil, besar, dan lainnya bisa saling bermitra.

“Dengan kantor wilayah ini, semoga Usaha Kecil Menengah (UKM) di DIY dan Jateng lebih mudah dan dekat mendapatkan informasi persaingan usaha dan kemitraan yang sehat,” kata Kodrat, Rabu (15/9/2021). “Membantu praktik kemitraan, membangun kemitraan baik untuk UKM besar maupun kecil, kemitraan yang sehat. Terlebih di kondisi [pandemi Covid-19] seperti ini, bukan hanya menguntungkan pelaku usaha besar, tapi juga kecil dan menengah.”

Selain itu, KPPU Wilayah 7 juga bisa membantu proses harmonisasi aturan yang di dalamnya memuat persaingan usaha yang sehat. Hal ini guna menghindari potensi monopoli atau persaingan usaha uang tidak sehat.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Sewon 

Apabila proses-proses pencegahan persaingan kesehatan tidak berhasil, KPPU juga memiliki fungsi penegakan hukum. Namun ini sebagai upaya terakhir. “Silahkan, jangan segan-segan, tidak usah sungkan mengajak KPPU berdiskusi terkait perancangan peraturan kebijakan terkait dengan usaha dan kegiatan di bidang ekonomi,” kata Kodrat. “Pintu kantor KPPU Wilayah 7 DIY-Jateng selalu terbuka bagi pihak-pihak yang memiliki informasi atau laporan terhadap dugaan pelaku usaha yang tidak sehat, kajian sampai studi pasar.”

Sri Sultan HB X menyambut baik diresmikannya KPPU Wilayah 7. Dengan semakin dekatnya kantor ini, maka harapannya masyarakat semakin mengenal KPPU sebagai lembaga pengawas persaingan usaha yang sehat dan terpercaya. Untuk bisa bekerja dengan baik, Sri Sultan HB X mengingatkan apabila sumber daya manusia dan sistem yang ada di KPPU juga perlu bersih terlebih dahulu.

Ke depannya, laporan terkait persaingan usaha atau justru monopoli bisa lebih cepat tertangani dengan adanya kantor ini. Selain itu, bisa juga membuka forum asistensi KPPU terkait pengadaan barang dan jasa di DIY maupun kabupaten dan kota. “Agar mereka menghindari terjadinya penyimpangan yang berpotensi [menjadi] persaingan tidak sehat,” kata Sri Sultan HB X. “Faktanya, praktiknya, [hal itu] tidak hanya berasal dari perilaku pelaku usaha, tapi juga lahir dari kebijakan yang dirancang pemerintah itu sendiri.”

Perekonomian Efisien

Dengan fungsi KPPU yang berjalan baik, maka harapannya ke depan persaingan usaha yang sehat membuat perekonomian efisien, melahirkan inovasi, iklim usaha yang kondusif, serta kesempatan usaha yang sama. Semua itu nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakatnya.

“Persaingan perlu dipandang sebagai hal yang positif dan esensial dalam dunia bisnis. Dengan persaingan, pelaku usaha akan berlomba-lomba memperbaiki produk dan melakukan inovasi memberikan yang terbaik bagi konsumen. Dari sisi konsumen, memiliki pilihan produk yang murah dengan kualitas terbaik,” kata Sri Sultan HB X. “Saya ucapkan selamat bekerja dan mengabdi.”

Sejauh ini, KPPU memiliki tujuh kantor wilayah yang berada di wilayah dengan kegiatan ekonomi yang masif dan signifikan. Selain DIY-Jateng, kantor lain berada di Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.