Diplomat Success Challenge 12 Bagikan Spirit Kolaborasi Berwirausaha

Diplomat Success Challenge 12 Bagikan Spirit Kolaborasi BerwirausahaAndromeda Sindoro, CEO-Founder Sweet Sundae (kanan) dan moderator Helmi Mustofa (kiri) dalam webinar Spirit Kolaborasi Berwirausaha rangkaian DSC 12, Rabu (22/9/2021). - Istimewa
28 September 2021 06:37 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJADiplomat Success Challenge (DSC) menjadi kesempatan yang sangat baik bagi wirausahawan untuk mengembangkan bisnisnya, serta calon wirausahawan untuk mewujudkan ide bisnis melalui kolaborasi.

Hal itu terungkap dalam webinar rangkaian Diplomat Success Challenge (DSC) 12 yang digelar dengan topik Spirit Kolaborasi Berwirausaha pada Rabu (22/9/2021). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Andromeda Sindoro, CEO-Founder Sweet Sundae yang juga Best Of The Best DSC 2019 dan Rizki Dwi Rahmawan, CEO CV Mekanira Nusantara, serta moderator Helmi Mustofa.

Andromeda mengatakan DSC 12 kali ini mengambil tema Semangat Kolaborasi. Ia menjelaskan DSC bisa diikuti oleh semua orang yang punya bisnis maupun baru ide bisnis untuk diajukan dengan mengisi proposal. "Selama 12 tahun ini, sudah ada 60.000 lebih proposal yang di-submit ke DSC. Ini memperlihatkan animo yang besar dari masyarakat untuk ikut DSC," katanya.

Hibah modal kerja yang diberikan kepada challengers yang sudah menjadi finalis telah mencapai Rp17 miliar lebih. Dana tersebut bukan pinjaman dan tidak perlu dikembalikan, tetapi bisa digunakan secara penuh untuk mengembangkan bisnis para challengers.

Dalam prosesnya, challengers juga akan mendapat mentor berpengalaman, sehingga para challengers bisa belajar dan mendapatkan pembinaan. Setelah mendapat dana hibah, challengers akan didampingi selama dua tahun agar menggunaan dana hibah tepat sasaran.

Setelah itu, para challengers juga akan tergabung di DEN (Diplomat Enterpreneur Network) yang berisi challengers yang pernah ikuti DSC. Mereka semua berjejaring dan aktif berbisnis. "Di Jogja kami sedang bikin koperasi. Ini kesempatan yang baik untuk berjejaring. Sudah ada 400 lebih yang sudah bergabung," katanya.

Selain itu, para challengers juga akan berjejaring dengan banyak pihak di luar DEN yaitu kementerian, dinas, dan BUMN dan instansi besar yang saat banyak dicari link-nya. Para challengers akan diantarkan masuk dan diperkenalkan. Jadi, DSC akan menjadi nilai tambah agar bisa mensuport instansi besar.

"DSC ini menunjukkan komitmen Wismilak Foundation membangun ekosistem wirausaha tidak main-main," ucap Andromeda.

Narasumber kedua, Rizki Dwi Rahmawan dalam paparannya, membagikan tentang pentingnya pengusaha yang memulai usaha untuk berkolaborasi guna memperluas dan meningkatkan penjualan. Ia menyebutnya sebagai support system.

“Kita tidak bisa merencanakan kita akan bertemu dengan siapa. Peluang mendapatkan mitra yang kita butuhkan adalah saat bertemu di ekositem yang tepat, yang mendukung usaha kami. Karenanya, kita harus masuk, kolam yang banyak support system di mana, kita yang harus ikhtiar kesana. Semakin banyak aktualisasi, peluangnya lebih besar,” paparnya.

Kolaborasi ini perlu dilakukan setelah tim inti terbentuk. Ia menyebutkan kolaborasi di antaranya dengan perusahaan yang lebih dulu berdiri, asosiasi, pemerintah hingga non government organization (NGO). Di situlah, pengusaha akan belajar tentang pasar dan menjalin mitra yang lebih luas.