Advertisement
Jokowi Tegaskan Pemerintah Buka Pintu Investasi untuk Semua Negara
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar memastikan Indonesia memberikan ruang sebesar-besarnya kepada investor dari seluruh negara.
Bahlil menegaskan bahwa orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta agar seluruh investor diberikan perlakuan yang sama.
Advertisement
"Di bawah perintah Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada semua negara. Kita tidak hanya mencondong ke satu negara, tapi semua negara kita beirkan tempat yang sama, selama dia memenuhi peraturan perundangan [Indonesia]," ucap Bahlil pada konferensi pers, Rabu (27/10/2021).
Pada periode Januari-September 2021, negara dengan investasi terbesar yang masuk ke Indonesia masih Singapura. Total investasinya adalah US$7,3 miliar atau 32,0 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Inevstment (FDI).
"Dari Januari sampai September, Singapura masih nomor satu. Kita tahu ini hub juga bagi beberapa negara ," kata Bahlil.
Setelah Singapura, peringkat negara dengan PMA terbesar di Indonesia diikuti oleh Hong Kong sebesar US$3,1 miliar (13,8 persen); China sebesar US$2,3 miliar (10 persen); Jepang sebesar US$1,8 miliar (7,7 persen); dan Belanda US$1,5 miliar (6,7 persen).
Selain itu, realisasi PMA yang masuk ke Indonesia pada kuartal III/2021 adalah sebesar Rp103,2 triliun atau 47,6 persen dari total investasi yang masuk. Total nilai penanaman modal pada kuartal III/2021 adalah Rp216,7 triliun.
Realisasi PMA pada kuartal III/2021, kata Bahlil, turun turun 11 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), dan turun 2,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Tidak hanya PMA, total nilai investasi pada kuartal III/2021 juga turun secara kuartalan sebesar 2,8 persen (qtq), dibandingkan dengan kuartal II/2021 sebesar Rp223,0 triliun.
Menurut Bahlil, kuartal ketiga tahun ini terberat akibat eskalasi kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Delta. Namun, realisasi investasi pada kuartal III/2021 tetap tumbuh seebsar 3,7 persen secara tahunan (yoy).
"Kuartal ketiga adalah kuartal terberat sebab kita menghadapi pandemi Covid-19 luar biasa kenaiknannya mulai Agustus itu," ujar Bahlil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
- BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah
- Lonjakan Harga BBM Picu Gangguan Pasokan di SPBU Inggris
Advertisement
Advertisement







