Advertisement

Kolaborasi Bank dan Fintech Dinilai Mampu Tingkatkan Penyaluran Kredit

Dionisio Damara
Kamis, 16 Desember 2021 - 13:57 WIB
Sunartono
Kolaborasi Bank dan Fintech Dinilai Mampu Tingkatkan Penyaluran Kredit Layar menampilkan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hery Gunardi (kiri bawah dilayar), Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo (kanan atas dilayar), Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja (kanan bawah dilayar), dan Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad saat berbicara di acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2022 secara virtual di Jakarta, Rabu (15/12/2021). Bisnis - Abdurachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Kolaborasi antara perbankan dengan perusahaan finansial teknologi (fintech) dinilai mampu mengakselerasi penyaluran kredit ke masyarakat.

Kepala Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menuturkan bahwa kehadiran POJK 12/2021 tentang Bank Umum dan POJK 13/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum akan menentukan kolaborasi tersebut.

“Ke depannya ekosistem antara bank dan fintech menurut saya menjadi kunci untuk meningkatkan akses terhadap penyaluran kredit, juga memang pengawasan yang lebih intensif,” ujarnya dalam dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2022, Rabu (15/12/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Sementara untuk bank digital, lanjutnya, perbankan perlu memainkan strategi ABC, yakni akronim artificial intelligence, big data, dan cloud computing.

“Tiga hal ini apabila mereka bisa, saya rasa bank digital akan sukses, tetapi dampaknya menurut saya ke depan akan mungkin terjadi konsolidasi di era digitalisasi bank,” ujar Enrico.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan bahwa kolaborasi antara bank dengan fintech dapat memperkuat fungsi ke sektor usaha mikro kecil dan menengah atau (UMKM).

Dia pun menegaskan bahwa bank-bank asing yang berada di Indonesia perlu berkontribusi dalam menyalurkan kredit UMKM. Apabila tidak memiliki infrastruktur, bank asing diharapkan berkolaborasi dengan fintech untuk menyasar sektor UMKM.

Menurutnya, kolaborasi antara perbankan dengan fintech dipercaya dapat memenuhi target pemerintah yang mematok porsi pembiayaan ke sektor UMKM sebesar 30 persen secara agregat pada tahun 2024.

Selain itu, secara simultan layanan kolaborasi itu dapat dinikmati oleh masyarakat dan suku bunga yang ditawarkan tidak terlampau tinggi karena didukung peran digitalisasi.

Advertisement

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Musim Hujan, Warga di Bantaran Sungai Jogja Perlu Waspada!

Jogja
| Selasa, 04 Oktober 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement