Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Petugas PT KAI memeriksa rel kereta api yang melintasi wilayah Daop 6 beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi perhatian KAI Daop 6. Mereka kini terus meningkatkan pengawasan dan secara aktif mengecek kesiapan SDM, kondisi prasarana dan berbagai aspek keselamatan.
Manajer Humas KAI Daop 6, Franoto Wibowo mengatakan menghadapi musim hujan jajaran manajemen aktif melaksanakan pengecekan sarana dan prasarana dengan berbagai metode. Mulai dari berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lainnya sampai dengan menggunakan kereta pemeriksaan khusus yang disebut dresin. "Dalam kegiatan ini manajemen KAI Daop 6 memeriksa kondisi jalur kereta termasuk kondisi rel, saluran air, dan pelayanan stasiun," kata Franoto, Jumat (21/10/2022).
Dijelaskan Franoto pengecekan kondisi lintas dilakukan secara berkala untuk mengetahui berbagai risiko terkait dengan keselamatan perjalanan kereta api. Selama musim hujan dan menghadapi potensi bencana hidrometeorologis, lanjut Franoto, KAI Daop 6 menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di beberapa stasiun seperti di Stasiun Wates, Stasiun Patukan, dan Stasiun Purwosari.
BACA JUGA: Ekspor Sepatu Indonesia Terancam Anjlok 50 Separuh di 2023
AMUS, lanjutnya dipersiapkan untuk penanganan darurat berbagai kondisi yang perlu segera diatasi. Selain AMUS, terdapat juga pemantauan ekstra jika kondisi hujan intesitasnya tinggi dan lama. "Aspek keselamatan perjalanan kereta merupakan hal utama dan sangat penting yang menjadi perhatian dan fokus operasional kereta api," tandasnya.
Selain pemeriksaan, secara rutin setiap hari ada Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) yang bertugas memeriksa dan mengecek kondisi jalur kereta api. "Secara operasional, perjalanan kereta api selalu dipantau di Pusat Pengendalian Operasi yang akfif selama 24 jam memantau semua aspek operasional perjalanan kereta api," ujar Franoto.
Tingginya curah hujan saat ini menurut Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Muhammad Anggri Setiawan patut diwaspadai untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di semua wilayah Indonesia.
“Ada kemungkinan periode ini kita mengalami Triple Dip La Nina. Sudah dimulai sejak 2020 dan tahun ini. Musim hujan cenderung datang lebih awal. Kewaspadaan lebih ditingkatkan untuk bencana hidrometeorologis seperti banjir luapan sungai, banjir bandang, longsor, angin kencang di semua wilayah Indonesia,” kata Anggri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.