Advertisement

Perum Bulog Klaim Ada 1,1 Juta Ton Cadangan Beras untuk Operasi Pasar

Annasa Rizki Kamalina
Jum'at, 18 November 2022 - 20:47 WIB
Arief Junianto
Perum Bulog Klaim Ada 1,1 Juta Ton Cadangan Beras untuk Operasi Pasar Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Perum Bulog mengklaim telah mengamankan sekitar 1,1 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa jumlah tersebut bersumber dari 625.000 ton stok di dalam negeri dan 500.000 ton dari luar negeri.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Total stok yang kami punya sekarang sudah hampir 1,2 juta ton yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia ditambah stok beras komersial hasil kerja sama di luar negeri. Stok beras di luar negeri ini bisa kapan saja kami tarik jika memang stok dalam negeri sudah habis. Intinya untuk stok beras tidak ada masalah,” kata Buwas, sapaan akrabnya, Jumat (18/11/2022).

Adapun stok CBP milik Perum Bulog tersebut diperuntukkan bagi operasi pasar atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk menahan laju harga beras jenis medium di pasaran.

Penyaluran KPSH rata-rata pada Januari-Juli 2022 adalah sebesar 37.035 ton per bulan. Rendahnya penyaluran pada bulan-bulan seiring musim panen yang cukup berhasil, sehingga pasokan dari masyarakat cukup melimpah.

BACA JUGA: Warning! Stok Cadangan Beras Pemerintah Semakin Menipis

Realisasi penyaluran mulai Agustus 2022 mengalami peningkatan yaitu menjadi 214.923 ton, pada September sebanyak 187.000 ton, dan pada Oktober sebanyak 160.000 ton sejalan dengan kenaikan harga beras.

Secara kumulatif, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 821.167 ton CBP untuk KPSH. Meski demikian, saat ini harga beras tidak turun, tetapi tertahan secara rata-rata nasional. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, per hari ini, Jumat (18/11/2022), harga beras untuk jenis premium terpantau tetap di level Rp12.900 per kilogram, sedangkan untuk jenis medium di angka Rp10.900 per kg.

Advertisement

Sebagai informasi, kenaikan harga beras mulai terjadi sejak Juni 2022. Sepanjang Juni hingga hari ini, harga beras telah naik Rp400 untuk jenis medium dan Rp500 untuk jenis premium, bahkan per Oktober 2022, beras telah menyumbang inflasi sebesar 0,03%.

Dengan demikian, bila melihat stok dalam negeri saat ini sebesar 625.000 ton dan kebutuhan per bulannya rata-rata sekitar 80.000 ton, alhasil ketahanan CBP hanya 7,8 bulan ke depan.

Bila diperlukan sewaktu-waktu, Perum Bulog harus menarik stok 500.000 ton beras yang ada di luar negeri.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tekan Angka Stunting, BKKBN Libatkan Penyuluh Agama

Sleman
| Rabu, 30 November 2022, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement