Advertisement

Harga Gabah di DIY Terus Merangkak Naik, Segini Rinciannya

Abdul Hamied Razak
Minggu, 08 Januari 2023 - 15:07 WIB
Arief Junianto
Harga Gabah di DIY Terus Merangkak Naik, Segini Rinciannya Ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Harga gabah di tingkat petani di DIY mengalami kenaikan pada Desember 2022. Harga gabah di tingkat petani sebesar Rp5.434 per kilogram (kg) atau naik 0,98% dibanding bulan sebelumnya sebesar Rp5.382

Di tingkat penggilingan harga gabah juga naik 0,93% yaitu dari Rp5.452 menjadi Rp5.502 per kg di bulan yang sama. Kenaikan gabah baik ditingkat petani maupun penggilingan terjadi sejak Agustus 2022 lalu.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Sugeng Arianto mengatakan harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas gabah kering giling (GKG) senilai Rp6.500 per kg.

BPS mencatat harga gabah tertinggi untuk varietas mentik wangi di Sleman. Sedangkan kualitas gabak kering panen (GKP) seharga Rp5.400 per kg dengan varietas IR64 yang ada di Bantul.

"Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp5.000 per kg pada gabah kualitas GKP dan luar kualitas dengan varietas Ciherang, Inpari, Situ Bagendit, IR64 dan Suppadi ada di Kulonprogo dan Bantul," kata Sugeng, Minggu (8/1/2023).

BACA JUGA: Gandeng Jerman, UMY Kembangkan Teknologi Penanaman Padi Terapung

Adapun berdasarkan varietas yang dihasilkan dan dijual petani selama Desember 2022, untuk IR 64 adalah sebesar 43,59%; ciherang sebesar 35,90%; inpari sebesar 6,41%; mekongga sebesar 5,13%; mentik wangi dan Suppadi masing-masing sebesar 2,56%.

Kenaikan harga gabah tersebut juga berdampak pada nilai tukar petani (NTP) di DIY yang mencapai angka 100,00 atau mengalami kenaikan indeks sebesar 1,35% dibanding bulan sebelumnya sebesar 98,67.

Menurut Sugeng, kenaikan indeks NTP gabungan ini disebabkan oleh naiknya tiga subsektor, yakni tanaman pangan sebesar (1,49%); hortikultura (2,87%); dan peternakan (1,41%). Sedangkan dua subsektor turun, masing-masing subsektor perkebunan rakyat sebesar 1,65% dan perikanan 0,26%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dinkes Bantul: Angka Stunting di Kalurahan Selopamioro Tertinggi di Bumi Projotamansari

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Buyer Terkesan saat Membuat Ecoprint & Jalan-jalan ke Tamansari

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 06:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement