Advertisement

Widya Robotics, Kecanggihan yang Berawal dari Garasi

Sirojul Khafid
Sabtu, 21 Januari 2023 - 09:17 WIB
Arief Junianto
Widya Robotics, Kecanggihan yang Berawal dari Garasi CEO Widya Robotics, Alwy Herfian Satriatama saat sedang berada di ruang produksi Load Scanner. - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dirintis Alwy Herfian Satriatama sejak masih kuliah, Widya Robotics berkembang menjadi perusahaan yang fokus dalam artificial intelligence, automation, dan robotics. Perusahaan teknologi masa depan ini baru segelintir di Indonesia.

Entah ada rahasia apa dengan garasi. Banyak perusahaan besar yang mulanya berkantor di garasi. Sebut saja Apple, Amazon, Disney, Google, sampai Microsoft. Ada satu lagi perusahaan asal Jogja yang juga bermula dari garasi, Widya Robotics.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Saat masih kuliah semester tiga di UGM, CEO Widya Robotics, Alwy Herfian Satriatama, sudah mulai menerima project dari temannya. Nilai project-nya baru ratusan ribu rupiah.

Klien biasanya ingin mengubah konsep menjadi alat yang konkret. Tugas Alwy lah untuk membuat alat yang biasanya untuk kebutuhan lomba dan lainnya.

Rekam jejak project dari teman ini ternyata menyebar dari mulut ke mulut. Permintaan bantuan datang semakin banyak, dengan skala yang berbeda-beda.

Dari teman kuliah, klien terus berkembang, termasuk dipercaya untuk menggarap project dari departemen bahkan universitas lain.

“Dari project awal sekitar ratusan ribu rupiah, pernah dapet project dari sebuah kampus dengan nilai Rp100 juta,” kata Alwy, saat ditemui di kantor Widya Robotics, Sleman, Jumat (6/1/2023). “Perjalanan project makin banyak, akhinya bikin workshop kecil di garasi rumah milik seorang kolega, starting dari situ,” imbuh dia.

BACA JUGA: HuggieBot 3.0, Robot yang Bisa Dipeluk Jika Merasa Kesepian

Potensi yang bagus membuat Alwy dan tim ingin mengembangkan usaha ini. Pada 2018, embrio Widya Robotics muncul sampai mendapat investor. Perusahaan yang fokus dalam pengembangan artificial intelligence (AI), automation, dan robotics ini sekarang sudah memiliki produk sendiri.

Salah satu yang menjadi unggulan yaitu Load Scanner. Alat ini bisa untuk menghitung berat muatan di kendaraan pengangkut.

Sebelum ada Load Scanner, perhitungan masih manual oleh tenaga manusia. Perhitungan ini berpotensi besar salah, tidak akurat, kurang detail, tidak real time, atau bahkan sengaja dibikin salah.

Sementara jumlah berat material di kendaraan ini yang akan dibayarkan oleh sebuah perusahaan. Load scanner misalnya, bisa digunakan di sebuah proyek infrastruktur untuk menghitung jumlah pasir yang datang. Bisa juga untuk menghitung jumlah panen kelapa di truk di sebuah perusahaan.

“Hal yang seringkali terjadi perhitungannya enggak akurat, pasir yang dibawa setengah bak, tapi dihitungnya satu bak, bisa rugi banyak. Kami pakai teknologi, sebelumnya butuh banyak orang, dengan alat ini hanya butuh satu orang untuk satu alat. Waktunya juga tiga kali lebih cepat dari cara manual,” kata pria lulusan Prodi Elektronika dan Instrumentasi UGM ini.

Widya Robotics menjual dan menyewakan Load Scanner. Untuk tarifnya, satu alat berbiaya Rp30 juta dalam sebulan.

Sementara untuk harga jual satu Load Scanner senilai Rp500 juta. Para pengguna Load Scanner dan alat Widya Robotics lainnya merupakan sektor yang memang menjadi fokus mereka, yaitu bidang konstruksi, pertambangan, dan manufaktur.

Simulasi penggunaan Load Scanner./Istimewa

Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan pertambangan, sampai pabrik otomotif beberapa contoh kliennya.

Produk Widya Robotics juga dipakai dalam pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan. Mereka juga sempat ekspor alat ini ke Myanmar.

Substitusi Mata

Tidak hanya Load Scanner, Widya Robotics juga bisa membuat alat lain sesuai kebutuhan klien, selama masih terkait dalam keahlian mereka.

“Banyak yang bisa dilakuin, ibaratnya AI seperti panca indra manusia, [pekerjaan] yang sebelumnya butuh dengan mata manusia bisa digantikan dengan AI,” kata Alwy, pria 28 tahun asal Gunungkidul itu.

Sebagai contoh, Widya Robotics mendapat klien perusahaan otomotif yang memerlukan pengecekan kerusakakan seperti mendeteksi crack pada produknya.

Dalam quality control yang umum, ada beberapa orang yang akan memeriksa kerusakan di beberapa bagian produk secara manual. Selain memakan banyak waktu, ada potensi hasil yang tidak akurat juga.

Dengan alat produksi Widya Robotics ini, hanya perlu memotret produk, sudah akan muncul hasil yang detail. Bahkan kerusakan yang sangat kecil juga terdeteksi. Cara kerja semacam ini juga digunakan dalam konteks yang berbeda di setiap perusahaan, sesuai kebutuhan.

Perusahaan-perusahaan yang menjadi klien Widya Robotics saat ini tentu lebih besar daripada saat mereka merintis sewaktu kuliah. Namun, rekam jejak sedari kuliah itu yang bisa membawa perusahaan sampai di titik ini.

“Sepertinya yang membuat percaya klien, terutama saat masih kuliah adalah keberhasilan-keberhasilan ngerjain project sebelumnya. Setelah itu kami dikenal dan direkomendasikan orang lain, juga terkait dengan kualitas hasil pengerjaan. Kedua adalah personality, perlakuan yang baik bisa bikin orang percaya,” katanya.

Dalam perjalanannya, tak semua project selama kuliah juga berjalan mulus. Pernah suatu kali mereka harus nombok lantaran gagal mengerjakan project.

Adapula klien yang kabur setelah project selesai. Tidak jarang pula klien yang hanya membayar sampai uang muka, tidak melanjutkan project-nya. “Saat ngerjain project waktu masih kuliah, persentase gagal dan berhasil 40:60. Masih banyak berhasilnya, walaupun gagalnya juga banyak,” kata Alwy.

Kegagalan itulah yang mungkin membuat Widya Robotics semakin berkembang. Dari yang awalnya berada di garasi, kini mereka memiliki kantor yang layak di pinggir jalan besar. Dari yang sebelumnya satu tim tiga orang, kini sudah memiliki keluarga sebanyak 40 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Jogja, Begini Solusi dari Pemkab Sleman

Sleman
| Kamis, 09 Februari 2023, 16:27 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement