Advertisement
Pemerintah Segera Umumkan Tarif Listrik Terbaru, Bakal Naik?
Petugas memasang kabel tegangan tinggi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji sejumlah indikator penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) untuk periode April-Juni pada tahun ini.
Sejumlah indikator makro yang dihitung itu berkaitan dengan kurs, Indonesia Crude Price (ICP), inflasi hingga harga patokan batu bara. Adapun, untuk periode triwulan I/2023, pemerintah menggunakan realisasi Agustus sampai dengan Oktober 2022 lalu.
Advertisement
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengatakan kementeriannya tengah mempelajari posisi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS awal tahun ini. “Ya kursnya sih agak ini [melemah], bisa dilihat kan,” kata Jisman saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/3/2023).
Kendati demikian, Jisman mengatakan, kementeriannya belum memutuskan ihwal kebijakan penyesuaian tarif listrik untuk triwulan II/2023. Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi pembentuk tarif setrum masih fluktuatif. “Tunggu saja ya, orang belum ada resminya [pengumuman tarif],” tuturnya.
BACA JUGA: Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru di 2023
Pada triwulan sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menahan tarif tenaga listrik untuk 13 pelanggan nonsubsidi mengacu pada parameter makro akhir 2022.
Saat itu, realisasi parameter ekonomi makro rata-rata Agustus sampai dengan Oktober 2022 yaitu kurs sebesar Rp15.079,96 per dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$89,78 per barel, tingkat inflasi sebesar 0,28 persen, dan Harga Patokan Batubara (HPB) sebesar Rp920,41/kg (kebijakan harga DMO Batubara US$70 per ton).
Diberitakan sebelumnya, mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.400 pada perdagangan hari ini, Selasa (14/3/2023), sementara itu indeks dolar terpantau menguat ke level 103.373.
Pelemahan rupiah terjadi jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu-Kamis, 15-16 Maret 2023.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.400 atau turun 0,16 persen, sedangkan sejumlah mata uang Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS.
Yen Jepang melemah 0,35%; Dolar Singapura melemah 0,12%; Won Korea melemah 0,27%; dan Peso Filipina melemah 0,20%. Kemudian, pelemahan juga dirasakan oleh Rupee India, Yuan China dan Bath Thailand yang masing-masing turun 0,10%, 0,19% dan 0,30%.
Sementara itu, Dolar Hong Kong, Dolar Taiwan, dan Ringgit Malaysia terpantau menguat, masing-masing sebesar 0,02%, 0,29%, dan 0,28%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
Advertisement
Advertisement








