Advertisement
Kenaikan Harga Bahan Pokok di Jogja sekitar 5%, KPPU DIY: Masih Wajar

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil VII DIY menyebut lonjakan harga pangan selama Ramadan masih terhitung wajar, yakni rerata di bawah 5%.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VII KPPU DIY, M. Hendry Setyawan mengatakan patokan maksimal kenaikan harga dari KPPU 10%.
Kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini menurutnya masih wajar karena permintaan memang melonjak.
Advertisement
"Sampai sekarang tidak ada aturan yang memastikan bahwa komoditas beras dan lainnya maksimal sekian persen kenaikannya. KPPU patokannya 10 persen, jadi kalau ada kenaikan lebih dari 10 persen, artinya memang ada sesuatu, itu perlu kami tindaklanjuti," ucap dia, Rabu (12/4).
Sampai saat ini, KPPU terus memantau pergerakan harga dan stok bahan pokok di wilayah DIY dan Jawa Tengah (Jateng) setiap pekan.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Jogja Melonjak
Untuk data harian KPPU menghimpun dari pemerintah melalui dinas. Selanjutnya data tersebut direkap dan dianalisis. "Hari ke-21 Ramadan, pantauan harga dari teman-teman dan direkap rata-rata kenaikannya [harga] masih di bawah 5 persen, jadi kami anggap wajar, ada kenaikan tetapi masih dalam batas toleransi," ucap dia.
Hendry menambahkan, terjaganya harga bukan karena daya beli yang turun tetapi karena ketercukupan pasokan.
Dia menjelaskan harga dibentuk oleh suplai dan permintaan, semakin tinggi permintaan akan berdampak pada potensi kenaikan harga. Namun, jika suplai cukup maka harga akan terkendali.
"Kondisi sekarang ini jumlah konsumsi meningkat, kenapa pergerakan harga tidak meningkat, berarti pasokannya memang mencukupi," kata dia.
Senada, Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga pangan wajar beriringan dengan permintaan yang meningkat. Pemkot, kata dia, akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. "Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
- Pengamat: Rupiah Melemah Karena Perang Dagang AS
- Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Berangkatkan 28.319 Pelanggan
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
Advertisement

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
- Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu
- Hari Ketiga Lebaran, 40 Ribu Lebih penumpang Kereta Api Kembali ke Jakarta
- Perdana Menteri Kanada Sebut Kebijakan Tarif Trump Bakal Ubah Fundamental Perdagangan Global
- Kebijakan Tarif Donald Trump Bisa Memicu Resesi Ekonomi di Indonesia
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus, Tapi Kini Terancam Kebijakan Tarif Donald Trump
Advertisement
Advertisement