Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras tetap Tersedia

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 21 September 2023 15:37 WIB
Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras tetap Tersedia

Ilustrasi pedagang beras/JIBI-Solopos-Sunaryo Haryo Bayu

Harianjogja.com, JOGJA—Meski harga harga beras belakangan ini tinggi dan saat ini DIY memasuki musim paceklik tetapi masyarakat diimbau tidak panik dan melakukan aksi borong. 

Baca Juga: Kapan Harga Beras Bakal Turun? Ini Kata Bulog DIY

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti menyampaikan akhir tahun adalah musim paceklik. Hasil panen lebih rendah dari kebutuhan. Puncak musim panen biasanya terjadi pada Februari-Maret, sehingga di bulan tersebut harga cenderung turun. 

Lalu kenaikan tinggi biasanya terjadi pada November-Desember, tetapi tahun ini berbeda, kenaikan sudah terjadi pada September. Harga secara global, kata Syam, juga naik. Stok di beberapa negara juga mengalami penurunan. 

"Antisipasinya dari Bulog sudah antisipasi saat musim panen, beli ke petani kemudian disimpan. Kami enggak bisa prediksi ya, kapan akan stabil, karena sampai Desember petani-petani kita rata-rata menanam palawija, belum ada panen kecuali Bulog mengguyur beras luar negeri. Terkait impor kami tunggu kebijakan Pusat," ungkapnya, Kamis (21/9/2023). 

Ia mengimbau kepada masyarakat tidak usah panik dan membeli beras dalam jumlah banyak. Sebagai konsumen yang cerdas membeli beras harus sesuai kebutuhan. Menurutnya beras masih akan tetap tersedia. "Saya imbau kepada masyarakat, enggak usah panik beli berlebihan. Beli sesuai kebutuhan, yang jelas beras ada, beras tersedia," jelasnya. 

Baca Juga: Duh, Harga Beras di Gunungkidul Masih Mahal, Segini Kisarannya

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online