Advertisement

Kisah Inspiratif Karyawan Disabilitas Lawson Indonesia di Bantul, Semangat Menggali Potensi

Media Digital
Senin, 04 Desember 2023 - 13:07 WIB
Maya Herawati
Kisah Inspiratif Karyawan Disabilitas Lawson Indonesia di Bantul, Semangat Menggali Potensi Wahyu Herdianto, karyawan disabilitas Lawson Indonesia melayani pelanggan di toko Lawson Prangtritis, Bantul, Yogyakarta, belum lama ini. Lawson Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi penyandang disabilitas. / ist

Advertisement

BANTULTak lama setelah lulus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Bantul, Wahyu Herdianto langsung mendapat pekerjaan sebagai karyawan toko di Lawson Station. Informasi lowongan kerja dari seorang guru di sekolahnya menjadi jembatan bagi Wahyu untuk memulai karier di Lawson.

Wahyu adalah salah satu karyawan disabilitas di Lawson Indonesia. Pria tunarungu ini bergabung sejak Mei 2023, dan kini bertugas di Lawson Parangtritis, Bantul bersama tujuh orang karyawan lainnya. Sama seperti karyawan lainnya, sebelum ditempatkan di toko, Wahyu menjalani berbagai pelatihan seperti wawasan tentang produk dan cara memasak.

Advertisement

“Saya bersyukur bisa mendapat pekerjaan tak lama setelah tamat. Saat ini, banyak teman-teman saya lulusan SLB masih berusaha mencari pekerjaan. Mungkin karena orang lain menilai kaum disabilitas akan sulit menyesuaikan diri di lingkungan kerja,” kata Wahyu yang saat diwawancara dibantu oleh Wakil Kepala Toko Lawson Parangtritis, Ajeng Prasasti.

Meskipun mengalami keterbatasan pendengaran, pemuda kelahiran 25 tahun lalu dari orang tua berprofesi penjahit ini, tidak pernah menyerah dan tetap semangat mengejar impian serta mengembangkan potensinya.

Walau rekan kerja belum sepenuhnya menguasai bahasa isyarat, Wahyu menunjukkan ketangguhannya dengan menggunakan keterampilan membaca gerak bibir. Jika ingin menyampaikan pesan yang lebih panjang atau kompleks, ia pun menuliskannya di ponsel.

BACA JUGA: Ade Armando Singgung Politik Dinasti Jogja, Ini Komentar Sultan HB X

"Saya bersyukur karena lingkungan kerja di Lawson mendukung. Karena masih baru, saya masih dibantu para senior saat pengisian display. Saat ini saya sudah bisa melakukan sebagian besar pekerjaan secara mandiri. Yang penting adalah memahami instruksi dengan baik dan bertanya pada rekan kerja," ungkap Wahyu.

Seperti para karyawan disabilitas lainnya, Wahyu mengenakan pin bertuliskan “Halo, Penyandang Disabilitas” pada pakaian kerjanya. Namun, beberapa pelanggan luput melihat pin itu.

“Kadang pelanggan tidak melihat tulisan di pin, jadi mereka terus ngomong ke saya. Tapi setelah sadar saya tuna rungu, pelanggan langsung maklum. Biasanya pelanggan dan saya jadi tertawa setelah itu,” katanya sambil tersenyum.

Wakil Kepala Toko Lawson Parangtritis, Ajeng Prasasti menilai Wahyu sebagai rekan kerja yang rajin dan cekatan.

“Komunikasi dengan Wahyu tidak sulit. Dia juga sangat rajin dan cekatan. Kalau ada item yang kosong di display, ia langsung isi. Rajin membersihkan lantai yang kotor dan merapikan meja jika berantakan,” katanya.

Potensi Karyawan Disabilitas

Semangat yang sama ditunjukkan oleh Sidik Apandi, karyawan toko Lawson Condet Raya, Jakarta. Sidik adalah penyandang disabilitas tunadaksa. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 1 Cikaung, Subang, Jawa Barat, Sidik memulai pengalaman kerja pertamanya di Lawson pada September 2023.

"Saya berpikir kalau saya melamar dari 'jalur biasa', saya tidak akan diterima," kata Sidik, mengungkapkan ketidakpercayaannya sebelum bergabung dengan Lawson. Namun, ternyata Lawson memberikan kesempatan bagi Sidik untuk membuktikan dirinya.

Meskipun perlu dibantu saat mengangkat barang-barang berat, Sidik tetap aktif dalam berbagai tugas di toko, mulai dari briefing, membersihkan lantai dan kaca, hingga melayani pelanggan.

Sejak bekerja di Lawson, Sidik mengaku semakin percaya diri. Sebelumnya, ia kerap mengenakan baju lengan panjang untuk menyamarkan jari tangannya yang tidak lengkap. Pakaian kerja Lawson yang mengharuskannya mengenakan kaos lengan pendek, tanpa menyembunyikan disabilitasnya, akhirnya membuktikan bahwa lingkungan kerja yang inklusif menerima keberagaman. Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sidik ingin memberi semangat kepada sesama angkatan kerja penyandang disabilitas.

"Pesan untuk sesama penyandang disabilitas: jangan minder. Kita semua manusia ada kekurangan. Fokuslah pada potensi dan kelebihan agar bisa membangun kepercayaan diri," kata Sidik, memberikan dukungan kepada mereka yang masih mencari pekerjaan.

Firly Firlandi, Corporate Communication Lawson Indonesia, mengucapkan selamat Hari Disabilitas Internasional 2023. Menurutnya, Lawson yakin bahwa angkatan kerja dari kalangan disabilitas memiliki potensi besar dan bisa menjadi pendukung penting bagi kesuksesan perusahaan. Karena itu, katanya, Lawson Indonesia  berkomitmen untuk membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi penyandang disabilitas.

"Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa. Lawson akan terus mendukung dan membuka peluang untuk para penyandang disabilitas, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kontribusi positif bagi semua karyawan," ujarnya. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

DIY Sabet 2 Penghargaan Sekaligus dari Menteri Dalam Negeri

Jogja
| Senin, 04 Maret 2024, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement