Angkutan Barang KAI Daop 6 Tembus 320.582 Ton hingga September
Angkutan barang KAI Daop 6 Jogja mencapai 320.582 ton hingga September 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Investasi daerah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat neraca perdagangan DIY sepanjang 2023 surplus sebesar US$340 juta. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan meski surplus jika dibandingkan dengan 2022 terjadi penurunan 22,32%.
"Kalau dilihat untuk kinerja komoditas unggulan pada ekspor 2023 DIY tampak lebih rendah dari 2022, artinya memang beberapa komoditas unggulan ekspor luar negeri kita lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut ekspor DIY 2023 mengalami penurunan dibanding 2022 faktor utamanya adalah pengaruh kondisi global. Diawali perang Rusia - Ukraina sehingga berpengaruh pada kondisi politik dan perekonomian di Amerika Serikat dan sedikit di Eropa.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan ekspor DIY paling banyak adalah ke Amerika Serikat. Kondisi ini berimbas pada anjloknya ekspor DIY yang sebagian besar adalah adalah furniture, kerajinan, arang briket.
"Belum selesai perang Rusia-Ukraina, bertambah perang Hamas -Israel, sehingga berpengaruh juga pada rute yang dilalui untuk ekspor, mengakibatkan harga transportasi laut menjadi mahal dan berimbas para buyer memending pengiriman barang," ucapnya, Kamis (8/2/2024).
BACA JUGA: Mengawal Distribusi Logistik Pemilu di Pedalaman, Polisi Harus Berjalan Kaki
Syam menjelaskan untuk ekspor tekstil masih tergolong cukup baik, meski sedikit turun di 2023. Sebab ada permintaan di luar Amerika Serikat dan Eropa yang cukup tinggi, yaitu ke Jepang.
Ia menjelaskan produk tekstil merupakan hasil produk dari perusahaan kawasan berikat, dimana ada insentif baik dari sisi bea masuk dan pajak, serta aturan importasinya, karena perusahaan kawasan berikat ditujukan untuk ekspor.
"Dengan adanya insentif ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk meningkatkan ekspornya," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Disperindag DIY berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan ekspor terutama meningkatkan pelayanan kepada eksportir dalam penerbitan SKA [surat keterangan asal], pelayanan konsultasi dan pendampingan kepada perusahaan.
"Kemudian promosi berskala ekspor baik secara offline dan online, penyampaian informasi-informasi peraturan perdagangan luar negeri, pelatihan dan pendampingan baik dari hulu ke hilir [industri hingga perdagangan]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angkutan barang KAI Daop 6 Jogja mencapai 320.582 ton hingga September 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.
Harga pangan Jakarta 17 Oktober 2026 menunjukkan cabai keriting turun menjadi Rp63.750/kg, sedangkan Minyakita naik menjadi Rp19.350/liter
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.