Sultan HB X Bertemu Dubes Chile, Bahas Kerja Sama Besar
Sultan HB X bertemu Dubes Chile bahas kerja sama pendidikan, budaya, hingga sister province antara Jogja dan Chile.
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIY menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi tujuan wisata anak sekolah. Plh Ketua DPD Asita DIY, Edwin Himna mengatakan DIY masih menjadi prioritas karena harganya bisa bersaing dibandingkan daerah lain.
Kemudian dari segi destinasi DIY juga punya kelebihan dibandingkan dengan kota-kota lain. Menurutnya anak-anak sekolah di Pulau Jawa kebanyakan berkunjung ke DIY karena jarak tempuh yang lebih dekat, sehingga masih menjadi prioritas selain Bali.
"Kelebihannya itu adalah untuk edukasinya, Jogja kan lebih banyak. Terutama di museum gitu, kemudian beberapa destinasi buatan juga cukup menarik perhatian para siswa dari beberapa daerah," katanya, Jumat (23/2/2024).
Anak-anak sekolah yang berkunjung Jogja, kata Edwin, mulai dari Jakarta hingga ujung Pulau Jawa Banyuwangi. Di sisi lalu lintas menurutnya Jogja juga tidak terlalu macet.
"Sebenarnya kalau kita mau melihat di musim liburan Jabar [Jawa Barat], Bandung itu jauh lebih parah macetnya daripada Jogja, jadi jangan selalu bernegatif dengan kemacetan di musim liburan daerah lain lebih parah lagi," katanya.
BACA JUGA: Glodok Jadi Daftar Wajib Kunjung saat Liburan Imlek 2024, Cek Spot Menariknya
Terkait dengan tren wisata di 2024 untuk domestik menurutnya masih seperti biasa. Terkadang ditambah dengan aktivitas-aktivitas outdoor untuk anak-anak sekolah dengan menggandeng trainer untuk kekompakan.
"Anak-anak sekolah di lapangan mereka menyewa hire semacam trainer untuk kekompakan sudah dilakukan anak-anak sekolah," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan terkait dengan studi tour biasanya masanya saat libur sekolah. High season-nya di Juni, Juli, dan Agustus. Terkait dengan market domestik menurutnya sudah dicapai, yang perlu dilakukan saat ini adalah mempertahankannya. "Kalau kunjungan mestinya sudah tercapai, tingkat kunjungannya kalau domestik khususnya anak sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X bertemu Dubes Chile bahas kerja sama pendidikan, budaya, hingga sister province antara Jogja dan Chile.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.