Advertisement
Pengangguran Terbuka DIY Turun Jadi 3,24 Persen, Paling Rendah Selama 4 Tahun Terakhir
Ilustrasi pengangguran - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Februari 2024 tingkat pengangguran terbuka (TPT) DIY 3,24%. Angka ini termasuk paling rendah selama empat tahun terakhir di DIY. Pada tiga tahun sebelumnya, masing-masing Februari 2021 TPT DIY 4,28%, Februari 2022 TPT DIY 3,73%, dan Februari 2023 TPT DIY 3,58%.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY menyebut TPT 3,24% pada Februari 2024 masih sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2023-2027. Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi mengatakan target TPT sampai dengan 2027 berada di range 2,7%-3,05%.
Advertisement
BACA JUGA : Padat Karya di Ratusan Titik, Pemkab Sleman Siapkan Rp19 Miliar
"TPT di DIY per Februari 2024 sebesar 3,24 persen, telah sesuai dengan target RPJMD 2023-2027," ucapnya, Senin (13/5/2024).
Ia mengatakan Disnakertrans DIY terus berupaya menekan angka pengangguran. Melalui optimalisasi penempatan tenaga kerja lewat forum penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri.Selain itu kolaborasi lintas sektor, dengan pelibatan dunia usaha dan dunia pendidikan vokasi, termasuk di di dalamnya melalui Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV).
Selain itu, kata Aria, upaya perluasan kesempatan kerja dilakukan melalui program padat adat karya dan pengembangan wirausaha. Program tersebut diharapkan terus menumbuhkan peluang kerja juga mampu menggerakkan perekonomian secara berkelanjutan, sehingga membuka kesempatan kerja baru.
"Hal tersebut juga didukung program peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja dan sertifikasi," lanjutnya.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan kondisi perekonomian DIY sudah kembali normal. Ia menyebut TPT pada Februari 2024 sebesar 3,24% bahkan lebih rendah dari sebelum pandemi Februari 2020 sebesar 3,38%.
Dia menjelaskan struktur ketenagakerjaan DIY Februari 2024 dari total penduduk DIY 3,01 juta orang, sebanyak 2,2 juta orang masuk kategori angkatan kerja (AK). Sisanya 808,04 ribu orang adalah bukan angkatan kerja (BAK). Dari 2,2 juta AK terdapat 2,13 juta orang yang posisinya bekerja. Sisanya 71,33 ribu orang sebagai penganggur.
"Terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,13 juta orang pada Februari 2024," ungkapnya.
BACA JUGA : Penurunan Angka Pengangguran di Gunungkidul 2023 Tak Capai Target
Ia mengatakan, dari 2,13 juta orang yang bekerja ini dipilah lagi menjadi pekerja penuh 1,37 juta orang atau 64,25%, turun sedikit dari tahun lalu 3,43 persen poin.
Ada sekitar 655,73 ribu orang atau 30,74% bekerja paruh waktu, naik 2,36 persen poin dari Februari 2023. Kemudian setengah pengangguran ada 106,93 ribu orang atau 5,01%, naik 1,07 persen poin dari tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas: Antam Naik Tajam, UBS-Galeri24 Merosot
- Taspen Tegaskan Perlindungan Peserta Seusai Vonis Kasus Penipuan
- Puluhan Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi April 2026
- Bulog Rancang Pembayaran Digital Gabah Petani Mulai 2026
- Pembiayaan Utang APBN 2026 Naik Jadi Rp832 Triliun
- Pidato di WEF, Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Lebih Kuat
- Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka Mulai 25 Januari
Advertisement
Advertisement



