Advertisement
Ekspor Bantul Meningkat 2 Kali Lipat Tahun Ini, Kebanyakan dari Sektor Ini
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mengklaim ada kenaikan jumlah eksportir di Bumi Projotamansari pada tahun ini.
Kenaikan jumlah eksportir tersebut bahkan mencapai 2 kali lipat yakni 80 eksportir pada 2024, sedangkan pada 2023 tercatat ada 40 eksportir. Adapun, peningkatan jumlah eksportir tersebut telah berdampak kepada kenaikan nilai transaksi yang mencapai US$150 juta.
Advertisement
"Itu data sampai awal Juli 2024. Untuk komoditas ekspornya, cukup banyak. Tetapi, kebanyakan tekstil, furnitur dan kerajinan," kata Sekretaris DKUKMPP Bantul, Husin Bahri, Senin (8/7/2024).
Melihat kondisi tersebut, Husin menambahkan, saat ini jawatannya terus mendorong pelaku usaha agar produknya layak eskpor. Beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh DKUKMPP Bantul untuk mendorong pelaku usaha, adalah melakukan pelatihan guna mendorong peningkatan kualitas produk.
BACA JUGA: Ekspor DIY Melonjak 26,47 Persen pada Mei 2024
Selain itu, DKUKMPP Kabupaten Bantul kata Husin juga memberikan fasilitasi kepada para pelaku usaha terkait dengan persyaratan jika ingin produknya layak ekspor, utamanya dalam kelengkapan dokumen seperti HAKI dan dokumen lainnya.
"Kami juga mendorong pelaku usaha untuk bermitra dengan pelaku ekspor dan asosiasi. Kami juga fasilitasi mereka dalam hal promosi produk mereka lewat beberapa pameran," ucap Husin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Iuran Belum Naik, BPJS Kesehatan Pilih Suntikan Dana dan Pencegahan
- Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2026
- Bansos April 2026 Mulai Cair Pekan Ini, Begini Detail Cara Mengeceknya
- Ekspor DIY Tumbuh Saat Dunia Lesu AS Jadi Pasar Utama
- Menaker Klaim Banyak Lowongan Kerja
- Tekanan Global Menguat, BI Cenderung Tahan Penurunan Suku Bunga
- Okupansi Hotel DIY Capai 63 Persen Saat Libur Paskah
Advertisement
Advertisement








