Pemda DIY Belum Terbitkan SE Baru Hantavirus, Warga Diminta Waspada
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Foto ilustrasi karyawan industri tekstil - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY berharap Satuan Tugas (Satgas) impor ilegal yang sudah digencarkan bisa berjalan konsisten.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan beberapa kebijakan yang dibuat diharapkan bisa menekan impor.
Menurutnya saat ini juga sedang dilakukan proses investigasi terkait dengan dumping. Ada produk tertentu dari negara tertentu masuk ke Indonesia dengan harga lebih murah dari negara asal.
Syam menyebut ini masih kecurigaan dan rencana akan segera digelar seminar nasional terkait dengan dumping dan pengawasan perdagangan.
"Menteri perdagangan mulai cut beberapa impor ilegal, baju-baju bekas ilegal, elektronik dan segala macam," ucapnya, Senin (12/8//2024).
Syam mengatakan keberadaan Satgas impor ilegal bisa menjadi shock terapi secara psikologis. Ia menyebut cukup sulit mencari pelaku dari impor ilegal ini.
Misalnya baju bekas yang banyak dijual di DIY, saat ditemukan dan ditelusuri tidak mudah mendapatkan importirnya.
Sebab, kata Syam, mereka menghilangkan identitasnya dan kontaknya sudah tidak bisa dihubungi lagi. Ini berdasarkan beberapa pengalaman yang sudah terjadi.
BACA JUGA: Puluhan Jaksa di KPK Ditarik Kembali ke Kejaksaan, Ada Ali Fikri hingga Ahmad Burhanuddin
"Harapannya dengan Satgas ini akan terus gencar, dan akan menekan angka impor, khususnya tekstil yang baru terpukul," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY, Timotius Apriyanto mengatakan banjirnya barang impor ini menandakan tidak adanya penegakan hukum dan harmonisasi regulasi. Sehingga merugikan Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Ia berpandangan mestinya yang diberi karpet merah bukan importir, namun IKM dan industri nasional yang berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.
Menurutnya dengan adanya Satgas ini kemungkinan bisa mengatasi, namun tidak cukup. "Mestinya solusinya komprehensif bagaimana Permendag 36/2023 diharmonisasi," ungkapnya.
Menurutnya di China terjadi kelebihan produksi, sehingga melakukan ekspansi pasar. Salah satunya ke Indonesia karena populasinya banyak, didukung perekonomian yang bagus. Dia menyayangkan oknum yang bermain dengan impor ilegal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.