Advertisement
OJK DIY Sebut Sektor Jasa Keuangan DIY Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian Global
Otoritas Jasa Keuangan-OJK - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menyampaikan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian sektor jasa keuangan DIY pada 2024 tetap tumbuh positif.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto mengatakan ketangguhan ini ditunjukkan dengan capaian peningkatan penyaluran kredit/pembiayaan di perbankan sebesar 7,99% menjadi Rp63 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,47% menjadi Rp93 triliun pada Desember 2024. Ia menyebut ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan.
Advertisement
"Sektor jasa keuangan DIY pada tahun 2024 menunjukkan ketangguhan dengan pertumbuhan yang positif," ucapnya, Rabu (26/2/2025).
BACA JUGA : OJK DIY Sebut Masih Ada 7 BPR Belum Penuhi Modal Inti hingga Akhir 2024
Menurutnya berkat sinergi antara OJK, pemerintah daerah (Pemda), dan industri jasa keuangan, literasi dan inklusi keuangan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Indeks Literasi Keuangan penduduk Indonesia tercatat 65,43% dan Indeks Inklusi Keuangan sebesar 75,02% pada 2024.
Dia mengatakan untuk menjaga agar sektor jasa keuangan tetap resilient di tahun ini OJK punya empat arah kebijakan prioritas. Sehingga mampu memberikan daya ungkit yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi.
Pertama, optimalisasi kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pencapaian target program prioritas pemerintah. Melalui kemudahan akses pembiayaan dan penjaminan bagi petani dan UMKM, termasuk pengembangan asuransi parametrik (AUTP dan AUTS), dukungan program kesehatan dan pendidikan untuk SDM yang unggul dan sehat.
Kemudian mendukung program 3 juta rumah dengan mempermudah akses pembiayaan KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pengembang, serta mendorong Lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan kapasitas dalam melihat peluang pembiayaan program prioritas lainnya.
Kedua, pengembangan sektor jasa keuangan untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan melalui perluasan mandat OJK sesuai UU P2SK untuk memperdalam pasar keuangan. Kemudian inisiatif peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan, perluasan akses keuangan melalui inisiatif literasi dan inklusi keuangan, dan peluncuran kebijakan OJK dalam rangka mendukung target NDC nasional dan Net Zero Emission tahun 2030.
Ketiga, penguatan kapasitas sektor jasa keuangan dan penguatan pengawasan. Melalui peningkatan tata kelola, manajemen risiko, dan transparansi sektor jasa keuangan. "Kemudian konsolidasi industri untuk penguatan permodalan, dan penggunaan supervisory technologi untuk proses pengawasan," katanya.
BACA JUGA Dalam Kurun 4 Bulan, OJK Sebut Kerugian akibat Scamming Tembus Rp700 Miliar
Dan terakhir peningkatan efektifitas penegakan integritas dan perlindungan konsumen dengan penegakan ketentuan untuk menjaga trust kepada sektor jasa keuangan, penegakan integritas sektor jasa keuangan, dan penguatan perlindungan konsumen dan investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement







