MBG SMKN 2 Jogja Dihentikan Usai 413 Warga Sekolah Diduga Keracunan
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Suasana pedestrian Malioboro pada momentum libur panjang Imlek, Minggu (26/1/2025). /Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memprediksi okupansi hotel DIY saat momen libur lebaran 2025 bisa sama dengan tahun lalu 90,2%, meskipun berat. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan daya beli masyarakat sedang turun, ditambah terjadinya bencana alam di beberapa daerah.
Menurutnya hingga hari ini 13 Maret 2025 reservasi hotel DIY pada periode 28 Maret-6 April 2025 ada di angka 20%-40%. Diharapkan reservasi akan terus meningkat.
"Perekonomian kita belum baik-baik saja yang disebabkan daya beli masyarakat. Okupansi sama dengan tahun lalu sudah baik," ucapnya, Kamis (13/3/2025).
Deddy mengatakan untuk menyiasati kondisi ini, banyak hotel yang buka harga kamar lebih rendah dari tahun lalu. Sebagian lagi membuka dengan harga yang sama dengan tahun lalu.
Meski demikian harga kamar sifanya dynamic rate. Fleksibel bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. "Ya ada yang seperti itu [harga lebih rendah] untuk bukanya, tapi sekali lagi ini dynamic rate, bisa berubah-ubah," jelasnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto memproyeksikan kunjungan wisata pada momen libur lebaran 2025 tidak sebaik tahun lalu. Penyebab utamanya adalah penurunan daya beli masyarakat.
Ditambah dengan adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan dan juga beberapa permasalahan dengan regulasi yang kurang menguntungkan industri pariwisata. "[penurunan] kemungkinan bisa 10%-20% [dibandingkan tahun lalu]," ucapnya.
Meski demikian, Bobby berharap capaian tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi khususnya daya beli. "Mengakibatkan turunnya kunjungan dibanding tahun lalu," lanjutnya.
Ia mengatakan tren kunjungan wisata terbagi menjadi sport tourism, culture and heritage, nature and wellness, dan kuliner. Secara kunjungan menurutnya sudah hampir menyebar di 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Namun untuk pilihan lokasi menginap masih bertumpu di Sleman dan Kota Jogja. "Sisi menginapnya masih bertumpu di Sleman dan Kota."
Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma (USD), Ike Janita Dewi mengkhawatirkan lebaran tahun ini akan ada pengurangan jumlah pemudik. Faktor ekonomi akan menjadi penyebab utama, terutama karena antisipasi untuk biaya sekolah atau kuliah.
BACA JUGA : Adanya Pelarangan Study Tour, DIY Pilih Kuatkan Wisata Pendidikan
Menurutnya jumlah pemudik juga akan tergantung pada faktor kebijakan pemerintah, termasuk pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. "Dan kemampuan perusahaan membayar THR tepat waktu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.
Lady Gaga meminta maaf kepada Golloria atas kontroversi bronzer Haus Labs. Sun Dipped Bronzing Veil kini akan hadir dengan 11 shade.
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.