600 Lulusan SMK DIY Siap Kerja ke Luar Negeri, Mayoritas Jadi Caregiver
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Suasana pedestrian Malioboro pada momentum libur panjang Imlek, Minggu (26/1/2025). /Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memprediksi okupansi hotel DIY saat momen libur lebaran 2025 bisa sama dengan tahun lalu 90,2%, meskipun berat. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan daya beli masyarakat sedang turun, ditambah terjadinya bencana alam di beberapa daerah.
Menurutnya hingga hari ini 13 Maret 2025 reservasi hotel DIY pada periode 28 Maret-6 April 2025 ada di angka 20%-40%. Diharapkan reservasi akan terus meningkat.
"Perekonomian kita belum baik-baik saja yang disebabkan daya beli masyarakat. Okupansi sama dengan tahun lalu sudah baik," ucapnya, Kamis (13/3/2025).
Deddy mengatakan untuk menyiasati kondisi ini, banyak hotel yang buka harga kamar lebih rendah dari tahun lalu. Sebagian lagi membuka dengan harga yang sama dengan tahun lalu.
Meski demikian harga kamar sifanya dynamic rate. Fleksibel bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. "Ya ada yang seperti itu [harga lebih rendah] untuk bukanya, tapi sekali lagi ini dynamic rate, bisa berubah-ubah," jelasnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto memproyeksikan kunjungan wisata pada momen libur lebaran 2025 tidak sebaik tahun lalu. Penyebab utamanya adalah penurunan daya beli masyarakat.
Ditambah dengan adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan dan juga beberapa permasalahan dengan regulasi yang kurang menguntungkan industri pariwisata. "[penurunan] kemungkinan bisa 10%-20% [dibandingkan tahun lalu]," ucapnya.
Meski demikian, Bobby berharap capaian tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi khususnya daya beli. "Mengakibatkan turunnya kunjungan dibanding tahun lalu," lanjutnya.
Ia mengatakan tren kunjungan wisata terbagi menjadi sport tourism, culture and heritage, nature and wellness, dan kuliner. Secara kunjungan menurutnya sudah hampir menyebar di 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Namun untuk pilihan lokasi menginap masih bertumpu di Sleman dan Kota Jogja. "Sisi menginapnya masih bertumpu di Sleman dan Kota."
Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma (USD), Ike Janita Dewi mengkhawatirkan lebaran tahun ini akan ada pengurangan jumlah pemudik. Faktor ekonomi akan menjadi penyebab utama, terutama karena antisipasi untuk biaya sekolah atau kuliah.
BACA JUGA : Adanya Pelarangan Study Tour, DIY Pilih Kuatkan Wisata Pendidikan
Menurutnya jumlah pemudik juga akan tergantung pada faktor kebijakan pemerintah, termasuk pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. "Dan kemampuan perusahaan membayar THR tepat waktu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.
Anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp824 triliun untuk mendukung PIP, KIP Kuliah, revitalisasi sekolah, beasiswa, dan peningkatan kualitas pendidikan.
PSS Sleman mematangkan fisik dan taktik selama jeda internasional tiga pekan. Pieter Huistra ingin Sleman Style terlihat saat melawan PSM Makassar.
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.