Advertisement
Disperindag DIY Dorong Pasar Non Tradisional untuk Ekspor
Impor Ekspor / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mendorong pelaku usaha untuk ekspor ke negara non tradisional seperti Uni Emirat Arab (UEA) hingga Suriname.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati mengatakan DIY punya banyak produk unggulan ekspor. Menurutnya negara tujuan ekspor yang utama dari DIY adalah ke Amerika Serikat (AS). Namun dengan adanya kebijakan tarif Trump pangsa pasar AS perlu ada tandingannya.
Advertisement
BACA JUGA: Belum Terdampak Tarif Trump, Ekspor DIY Maret 2025 Mencapai 46,33 Juta Dolar AS
Di sisi lain pelaku ekspor juga harus memperbaiki produk, utamanya yang ke pasar non tradisional. "UEA, Kemudian negara yang banyak penduduk Indonesia. Kami juga ada duta besar Suriname kami sampaikan kalau mau ekspor ke sana mari kita jalin," ucapnya.
Dia mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sangat mendukung pelaku usaha DIY agar bisa ekspor. Meski sudah tidak bisa mengikutsertakan pelaku ekspor untuk pameran di luar negeri.
Lebih lanjut dia mengatakan Pemda DIY menyediakan fasilitas-fasilitas. Salah satunya melalui Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) yang merupakan kerjasama antara Kementerian Perindustrian, Pemda DIY, dan Kota Jogja. Menjadi salah satu wahana berkumpulnya para pelaku ekspor.
"Di sana ada fasilitas desain produk, ada fasilitas untuk galeri produknya, nah ini kami sudah kumpulkan beberapa asosiasi untuk bisa hadir di sana," jelasnya.
Yuna menjelaskan mungkin bagi pelaku ekspor masih ada kendala seperti belum memiliki sertifikasi halal. Meski dari Dinas Koperasi sudah menyediakan fasilitas.
Ia menyebut produk makanan juga menjadi salah satu yang bisa didorong seperti keripik pisang, tempe dan lainnya yang sudah sampai ke pasar internasional. Bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dilakukan business matching sehingga pelaku usaha ini bisa dihubungkan langsung dengan pembeli.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekspor DIY Maret 2025 mencapai 46,33 juta dolar AS. Turun 2,28% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 47,41 juta dolar AS. Namun jika dibandingkan dengan Maret 2024 sebesar 43,28 juta dolar AS mengalami kenaikan 7,05%
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan tiga besar negara atau kawasan pangsa ekspor DIY pada Maret 2025 di antaranya AS sebesar 20,45 juta dolar AS dengan andil 44,14%. Kedua Jerman sebesar 5,58 juta dolar AS dengan andil 12,04%, dan ketiga Jepang dengan sebesar 3,73 juta dolar AS dengan andil 8,05%.
"Perkembangan ekspor DIY Maret 2025, gambaran bagaimana sebelum adanya dampak dari kebijakan Presiden AS," ucapnya.
Herum menjelaskan secara kumulatif Januari-Maret 2025 atau triwulan I 2025 negara tujuan ekspor terbesar adalah AS 56,40 juta dolar AS dengan andil 41,13%. Kedua Uni Eropa 36,84 juta dolar AS dengan andil 26,86% dan ketiga Asean 4,29 juta dolar AS dengan andil 3,13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement







