Advertisement
Sumber Baru Mobil Catatkan Penjualan Naik 20 Persen di Mei 2025
Konsumen Ignis GL/MT pertama di DIY./ Ist - PT Sumber Baru Mobil
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— PT Suzuki Sumber Baru Mobil Yogyakarta mencatat penjualan Mei 2025 meningkat 20% secara bulanan atau (month-to-month/mtm). Akan tetapi jika dibandingkan Mei 2024 atau (year-on-year/yoy) terjadi penurunan 32%.
"Year-to-date Januari sampai Mei 2024 dibandingkan 2025 mengalami penurunan 38%," kata General Manager PT Sumber Baru Mobil, Rizki Indriananta, Selasa (10/6/2025).
Advertisement
Dia mengatakan cukup terbantu dengan adanya program pembuatan mobil box dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk makan bergizi gratis. Serta New XL7 Hybrid yang mendukung penjualan khususnya untuk konsumen value for money.
BACA JUGA: Sebabkan Pencemaran Udara, 2 Industri di Serang Disegel
Menurutnya saat ini ekonomi memang masih lesu, namun pada Juni 2025 dia optimis pada peningkatan penjualan. Hal ini disebabkan karena ada launching unit baru Suzuki Fronx, yang sudah dipamerkan di seluruh kota melalui flyer, baliho, di mall, serta semua showroom Suzuki.
"Cukup booming SPK [Surat Pemesanan Kendaraan] saat ini sudah mencapai 120 unit, karena ada program potongan Rp10 juta untuk 200 SPK sampai dengan 30 Juni 2025," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Suzuki masih berusaha optimis karena ada produk baru. Diharapkan bisa mendongkrak penjualan di tengah gempuran Electric Vehicle (EV) dan pelemahan daya beli.
"Fronx ini coupe SUV small untuk semua kalangan dan gender dengan dilengkapi fitur hybrid engine dan ADAS (Suzuki safety support)."
Melansir dari JIBI/Bisnis.com, berdasarkan rilis dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kinerja penjualan mobil nasional pada Mei 2025 masih lesu. Penjualan mobil secara wholesales pada Mei 2025 sebesar 60.613 unit, atau turun 15,1% secara yoy dibandingkan Mei 2024 sebanyak 71.391 unit.
BACA JUGA: Nelayan Bantul Tetap Melaut Meski Ada Peringatan Gelombang Tinggi dari BMKG
Di lain sisi, penjualan mobil secara ritel alias dari dealer ke konsumen juga susut 15,1% yoy menjadi 61.339 unit pada Mei 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 72.246 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menjelaskan bahwa penyebab utama lesunya penjualan mobil pada bulan kelima 2025 diantaranya yakni daya beli masyarakat yang kian melemah. "Daya beli masih sangat lemah, pertumbuhan ekonomi juga belum membaik," ujar Jongkie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
Advertisement
Advertisement





