Advertisement
Asita dan Gipi DIY Berharap Aksi Demo Tidak Berdampak ke Sektor Wisata
Foto ilustrasi demonstrasi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY berharap semua pihak bisa menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif dan terkendali.
Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto mengatakan stabilitas dan persepsi keamanan sangat penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu Asita DIY mendorong adanya komunikasi yang jelas dan terkoordinasi dari pihak berwenang agar informasi yang tersebar tidak simpang siur dan menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Advertisement
"Industri pariwisata sangat bergantung pada rasa aman, dan kami yakin jika situasi dapat dikelola dengan baik, dampak terhadap sektor ini dapat diminimalkan," ucapnya, Senin (1/9/2025).
BACA JUGA: Dilempar Bom Molotov, Polisi Tembak Gas Air Mata ke Unisba Bandung
Dia mengatakan saat ini Asita DIY masih memantau secara seksama perkembangan situasi di lapangan. Memang ada kekhawatiran dari sejumlah pelaku industri pariwisata, terutama terkait persepsi keamanan. Menurutnya sebagian pembatalan dari wisatawan individual dan grup baik domestik maupun mancanegara sudah terjadi.
Iwan mengatakan pembatalan lebih besar terjadi pada sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Akan tetapi dampak nyata yang bersifat luas belum bisa Asita DIY simpulkan karena masih dalam proses pengumpulan data dari para anggota.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam situasi seperti ini perlu kehati-hatian dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan yang justru memperbesar dampaknya terhadap sektor pariwisata.
"Kami belum dapat memberikan angka pasti karena saat ini masih dilakukan pendataan dari para pelaku usaha yang tergabung di Asita DIY," jelasnya.
BACA JUGA: PBB Desak Prabowo Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Selama Aksi Demo
Ia membenarkan ada beberapa indikasi awal kekhawatiran dari wisatawan mancanegara, khususnya terkait dengan keselamatan dan kenyamanan perjalanan mereka. "Pembatalan atau perubahan jadwal sudah beberapa terjadi, namun untuk memastikan skalanya, kami perlu menunggu data yang lebih valid dan menyeluruh."
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan potensi pembatalan perjalanan wisatawan mancanegara bisa sampai 60 persen untuk skala nasional. Meskipun DIY aman, namun jika Jakarta masih panas wisatawan mancanegara tidak akan sampai ke DIY. "60 persen karena demo itu potensi," ujarnya.
Bobby mengapresiasi kondisi DIY yang masih tetap aman dan kondusif. Diharapkan kondisi yang sama juga terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab semuanya akan saling terkait.
"Bagaimanapun seperti Jakarta, Surabaya, Bali ini kan poin-poin yang memang selalu dilewati, pattern Wisman. Kalau salah satu masih bergejolak, pasti jadi permasalahan buat kita," ujarnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement





