Advertisement
QRIS Jadi Penyelamat Ekonomi Digital Indonesia di Masa Covid-19
Ilustrasi penggunaan QRIS / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut QRIS menjadi penopang utama ekonomi digital Indonesia saat pandemi Covid-19. Dengan lebih dari 57 juta pengguna, QRIS memudahkan transaksi masyarakat dan UMKM, termasuk dalam distribusi bantuan sosial.
Gubernur BI: QRIS Selamatkan Indonesia dari Covid-19
Advertisement
Pernyataan itu disampaikan Perry ketika memberi sambutan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI & IFSE) 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
"Kita ingat 17 Agustus 2019, kita menyatukan satu bahasa QR, QR Indonesia Standard pada 2019, dan alhamdulillah QR Indonesia Standard menyelamatkan Indonesia dari covid karena membantu distribusi bantuan sosial dan semuanya," katanya.
BACA JUGA
Dia mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS sudah mencapai 57 juta dengan sekitar 30 juta di antaranya merupakan pelaku UMKM. Selain itu, BI juga akan terus memperluas cakupan penggunaan QRIS, tak di dalam negeri namun juga lintas negara. Saat ini, QRIS sudah bisa digunakan di lima negara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan China.
Selanjutnya, BI menargetkan Korea Selatan (Korsel). Bahkan, otoritas moneter itu sudah mulai melakukan uji coba alias sandboxing penggunaan QRIS di Korsel mulai hari ini, Kamis (30/10/2025).
"Hari ini kita launching dengan Korea Selatan, uji coba, sandboxing. Insyaallah tahun depan [2026] mulai nyambung," ungkap Perry.
Setelah Korsel, BI juga menargetkan agar QRIS bisa digunakan di India dan Arab Saudi. Dengan demikian, warga negara Indonesia bisa melakukan transaksi pembayaran dengan mudah ketika berlibur ke negara-negara tersebut—begitu juga sebaliknya.
Sementara itu, volume transaksi ekonomi keuangan digital mencapai 37 miliar transaksi per tahun, dengan nilai transaksi sekitar Rp14.000—Rp15.000 triliun per tahun. BI menargetkan volume dan nilai transaksi ekonomi keuangan digital Indonesia itu naik empat kali lipat pada 2030. "Setiap tahun kita terus bergerak maju ke 2030 menjadi the fastest, the best digital economy [ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat, terbaik] di dunia," ucap Perry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Layanan SIM Sleman Libur saat Lebaran 2026, Cek Jadwal Dispensasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
- Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran 2026
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
Advertisement
Advertisement






