Advertisement
AS dan Taiwan Sepakati Dagang, Tarif Turun dan Investasi Chip Mengalir
Ilustrasi ekspor dan impor. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Amerika Serikat dan Taiwan menyepakati kerja sama dagang strategis yang mencakup pemangkasan tarif impor serta investasi besar sektor semikonduktor di AS.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Taiwan resmi mencapai kesepakatan perdagangan strategis. Perjanjian ini mencakup pemangkasan tarif ekspor semikonduktor serta pengalihan investasi besar-besaran ke industri teknologi AS, sebuah langkah yang diprediksi akan memicu reaksi keras dari Tiongkok.
Advertisement
Kesepakatan ini mempererat hubungan pemerintahan Donald Trump dengan Taipei di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dari Beijing. Washington berupaya memperkuat rantai pasok dalam negeri sekaligus menyeimbangkan tensi dagang dengan Tiongkok.
Dalam negosiasi panjang tersebut, produsen chip raksasa asal Taiwan, seperti TSMC, akan menerima tarif pajak lebih rendah untuk produk semikonduktor yang diimpor ke AS. Kebijakan ini berlaku bagi perusahaan yang bersedia memperluas basis produksinya di tanah Amerika.
BACA JUGA
Departemen Perdagangan AS merinci beberapa poin penyesuaian tarif:
- Tarif Umum: Turun dari 20% menjadi 15% untuk mayoritas ekspor Taiwan ke AS.
- Tarif 0% (Bebas Bea): Berlaku untuk obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan sumber daya alam langka.
"Langkah ini bertujuan mengamankan pasokan material kritis yang tidak tersedia di dalam negeri," tulis Departemen Perdagangan AS, dilansir Reuters, Jumat (16/1/2026).
Sebagai timbal balik, korporasi teknologi Taiwan berkomitmen mengucurkan investasi total minimal US$250 miliar (sekitar Rp3.900 triliun). Dana jumbo ini akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi semikonduktor, sektor energi, dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyebutkan bahwa angka tersebut mencakup US$ 100 miliar yang telah dikucurkan oleh TSMC pada tahun 2025, dengan lebih banyak lagi yang akan datang, menurut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.
Taiwan juga akan menjamin kredit sebesar US$ 250 miliar lagi untuk memungkinkan investasi tambahan, kata pemerintahan Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement







