Advertisement
Pos Indonesia Percepat Kiriman PMI lewat Layanan Kargo Baru
Foto ilustrasi paket logistik. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Aktivitas pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia kerap terkendala biaya tinggi, proses panjang, dan ketidakpastian waktu tiba. Kondisi ini banyak dialami Pekerja Migran Indonesia serta jemaah haji dan umrah. PT Pos Indonesia (Persero) menghadirkan layanan Kargo Internasional sebagai jawaban atas kebutuhan logistik yang lebih efisien dan pasti.
Plt Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Prasabri Pesti mengatakan layanan ini akan mengirimkan barang dari luar negeri ke Indonesia dengan relaksasi bea masuk untuk haji dan PMI, ongkos kirim terjangkau, tracking kiriman secara real-time, dan pengiriman lebih cepat melalui kargo udara.
"Didukung jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga ke penjuru negeri, layanan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi PMI dan jamaah," ujar Prasabri dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Saat ini, volume kiriman PMI dari Arab Saudi tercatat mencapai 80-100 ton per bulan.
Kehadiran layanan kargo internasional ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan logistik PMI yang memerlukan solusi pengiriman yang efisien, aman, dan memiliki kepastian proses.
Layanan Kargo PMI, Haji, dan Umrah dirancang dengan mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan, keamanan kiriman, serta integrasi proses layanan, mulai dari penerimaan barang di luar negeri, pengiriman melalui kargo udara, hingga distribusi ke alamat penerima di Indonesia.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai pintu masuk utama pengiriman kargo internasional.
Selain itu, tersedianya layanan ini juga sekaligus memperluas kontribusi perusahaan dalam mendukung kebutuhan logistik masyarakat Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari transformasi menuju pemain logistik nasional dan internasional.
Melalui pengiriman berbasis kargo udara, relaksasi bea masuk, serta pelacakan real-time, layanan ini diharapkan memperkuat ekosistem logistik PMI dan jemaah, sekaligus mempertegas peran Pos Indonesia sebagai pemain logistik nasional dan internasional.
Advertisement
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
108 Ribu Warga Gunungkidul Ditanggung BPJS APBD, Anggaran Capai Rp42 M
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Trump Teken Tarif Baru untuk Negara Terkait Iran
- Bank BPD DIY-BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Kanal Iuran Terintegrasi
- Honda Perkenalkan All New Vario 125 Series di Jogja, Segini Harganya
- Pendapatan Negara di DIY 2025 Tembus Rp9,56 Triliun, Ini Datanya
- Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 33,2 Juta KPM Mulai Ramadan 2026
- Harga Emas Pegadaian Menguat Pagi Ini, UBS Sentuh Rp2,97 Juta per Gram
- WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030
Advertisement
Advertisement



