Advertisement
Harga Bibit Ayam Naik, Peternakan Ayam Rp20 Triliun Segera Dibangun
Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan harga bibit ayam (day old chicks/DOC) hingga Rp14.000 per ekor memaksa negara turun tangan, seusai pemerintah memastikan proyek peternakan ayam pedaging dan petelur senilai Rp20 triliun mulai groundbreaking pada Februari 2026 sebagai solusi permanen penguatan pangan nasional.
Tahap awal proyek ini akan dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah pabrik peternakan yang telah disiapkan secara bertahap. Seluruh fasilitas dirancang terintegrasi, mulai dari pembibitan, produksi ayam, hingga pabrik pakan.
Advertisement
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menegaskan seluruh persiapan telah rampung.
"Pokoknya semua sudah siap. Kita sih ada 6 [pabrik], semuanya sudah siap. Paling mungkin awal Februari ya," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA
Sebanyak enam pabrik tahap awal tersebut akan dibangun di empat lokasi berbeda. Proyek strategis ini melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan, yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan pembangunan peternakan ayam ini ditujukan untuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menstabilkan harga DOC yang belakangan melonjak tajam dari kisaran normal Rp9.000.
Untuk merespons tren tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan total 12 unit pabrik peternakan, pakan, dan produksi DOC di berbagai daerah sebagai langkah jangka panjang.
“Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi. Kemudian negara harus hadir, termasuk ada daging dan seterusnya. Itu bisa intervensi pasar, itu tujuannya,” kata Amran, Kamis (22/1/2026).
Pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur ini akan difokuskan pada wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur, sehingga ketimpangan distribusi pangan dapat ditekan.
Untuk tahap awal, proyek akan dijalankan di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, hingga Jawa Timur, sebagai fondasi penguatan rantai pasok pangan nasional dari hulu ke hilir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Misteri Kematian Mantan Pengurus Pordasi di Gumuk Pasir Bantul
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Kanwil Yogyakarta Mulai Salurkan Minyakita ke Pasar Tradisional
- Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, DJBC Dominan
- Pelaporan SPT Lewat Coretax Tembus 867 Ribu, DJP Ingatkan Sanksi Denda
- Insentif PPh 21 2026 Positif, tetapi Belum Dongkrak Daya Beli
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Melonjak, Galeri24 dan UBS Kompak Naik
- Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Konflik Iran-AS Dorong Lonjakan
- KAI Sediakan Pengering Payung dan Pembersih Sepatu di Stasiun
Advertisement
Advertisement



