Advertisement
Traveloka Pangkas Karyawan, Fokus Perkuat AI
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Langkah Traveloka melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus merekrut talenta artificial intelligence (AI) dinilai sebagai strategi efisiensi dan transformasi teknologi, bukan karena lesunya industri pariwisata. Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) menilai sektor online travel agent (OTA) justru tengah berangsur pulih sehingga penyesuaian organisasi lebih berkaitan dengan optimalisasi internal perusahaan.
Ketua Umum Idiec Tesar Sandikapura menegaskan, kebijakan Traveloka tersebut mencerminkan upaya membangun organisasi yang lebih ramping dan adaptif terhadap pemanfaatan teknologi AI dalam operasional dan pemasaran.
“Ini justru dia [Traveloka] ingin melakukan efisiensi, bukan karena kekurangan uang, tapi lebih ke efisiensi sehingga tidak jadi pemborosan atau kelebihan karyawan yang tidak produktif seperti itu,” kata Tesar kepada Bisnis.com pada Rabu (12/2/2026).
Menurutnya, prospek OTA masih terbuka lebar, terutama dengan perubahan strategi bisnis yang semakin mengedepankan teknologi digital. Ia menilai Traveloka menyadari perlunya perombakan pada sisi operasional, pemasaran, dan pengembangan teknologi sebagai bagian dari transformasi berbasis AI.
“Dan ketika melakukan perombakan inilah tentu ada PHK-PHK karena mereka yang melakukan optimasi di sisi operasionalnya dengan pemanfaatan teknologi AI tentunya,” katanya.
Tesar menambahkan, efisiensi tersebut bertujuan membentuk struktur organisasi yang lebih ringkas namun tetap agresif dalam inovasi teknologi. Fokus perusahaan kini diarahkan pada perekrutan talenta berpengalaman di bidang artificial intelligence (AI), data, produk, dan engineering untuk memperkuat daya saing digital.
Ia juga memproyeksikan model bisnis Traveloka ke depan akan semakin efektif dan terdistribusi secara regional.
“Tidak hanya di Indonesia. Jadi mungkin ada di Singapura, ada di Malaysia, atau ada di Jepang. Jadi mereka bisa tersebar di mana-mana, tapi timnya kecil, efektif, tapi juga isinya talenta yang sudah experience,” katanya.
Sebelumnya, startup OTA Traveloka memberikan klarifikasi mengenai langkah penyesuaian organisasi yang berdampak pada sejumlah karyawan atau PHK.
“Langkah ini kami ambil sebagai bagian dari penyesuaian organisasi agar perusahaan dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapabilitas dan pemanfaatan teknologi ke depan,” kata manajemen Traveloka kepada Bisnis pada Rabu (11/2/2026).
Manajemen mengakui keputusan tersebut tidak mudah dan berdampak terhadap sejumlah karyawan. Namun, perusahaan menegaskan penyesuaian dilakukan agar tetap fokus pada pengguna dan investasi jangka panjang.
Kendati melakukan PHK, Traveloka memastikan proses rekrutmen tetap berjalan untuk fungsi strategis yang berkaitan dengan pengembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), data, produk, dan engineering di Indonesia, Singapura, dan China. Strategi ini menandai pergeseran fokus perusahaan OTA tersebut menuju penguatan kapabilitas digital dan ekspansi regional berbasis talenta teknologi.
Traveloka juga menyampaikan apresiasi kepada karyawan yang terdampak serta memastikan dukungan selama masa transisi.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi seluruh rekan yang terdampak dan berkomitmen untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama masa transisi ini,” tuturnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026
- Update Harga Pangan 12 Februari 2026 Nasional, Cabai Rawit Makin Pedas
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja
- Bahlil Sebut RI Rentan Jika Impor Minyak Terganggu Perang
- Traveloka Pangkas Karyawan, Fokus Perkuat AI
- Free Float 15 Persen, Strategi BEI Perkuat Likuiditas
Advertisement
Advertisement







