Menteri Wihaji Minta TPK Turun Lapangan, Percepat Penanganan Stunting
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta mencatat capaian penyerapan gabah dan beras per 22 Februari 2026 telah mencapai 24.111 ton setara beras, atau 162% dari target Februari sebesar 14.876 ton. Angka ini menunjukkan Bulog Kanwil Yogyakarta melampaui target sementara dan tetap fokus mendukung cadangan pangan nasional.
Program penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar 4 juta ton beras, dengan alokasi khusus Kanwil Yogyakarta di 2026 sebesar 195.920 ton setara beras. Bulog Kanwil Yogyakarta aktif menyerap gabah dari petani sebagai mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, menekankan capaian ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Penyuluh Pertanian, mitra penggilingan, serta kelompok tani di DIY dan sekitarnya. “Sinergi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyerapan di lapangan,” ujarnya.
Selain penyerapan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga memberikan kepastian harga kepada petani. Gabah Kering Panen (GKP) dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah, untuk memastikan petani memperoleh keuntungan layak saat panen.

Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, saat meninjau penyerapan gabah petani di Semin, Gunungkidul, Senin (23/2/2026). (Dok. istimewa)
Di bulan Ramadan, penyerapan gabah tetap optimal melalui Tim Jemput Pangan, yang turun langsung ke lapangan membeli gabah dari petani di berbagai wilayah kerja. Menurut Dedi, langkah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga.
“Kami bersama jajaran terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara optimal, termasuk pada bulan Ramadan,” kata Dedi saat meninjau kegiatan penyerapan gabah di wilayah Semin, Kabupaten Gunungkidul, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Dedi mengimbau seluruh petani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk menjual hasil panen ke Bulog sesuai standar usia panen. Langkah ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani dan mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.
“Perum Bulog Kanwil Yogyakarta akan terus mengoptimalkan kegiatan penyerapan gabah dan beras guna memastikan target tahunan dapat tercapai serta mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Indonesia akan turun di 32 cabang olahraga Asian Games 2026 dengan 400 lebih atlet, persiapan difokuskan lewat program nasional.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.
Lima peserta Latsarmil SPPI meninggal dunia, Kemenhan dan Kemenkes bentuk tim investigasi untuk ungkap penyebabnya.
Toyota dan Joby Aviation bentuk aliansi strategis di AS untuk produksi taksi udara elektrik, siap sambut mobilitas masa depan.