Advertisement
Bulog DIY Serap 24.111 Ton Gabah, Lampaui Target Februari
Panen padi / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta mencatat capaian penyerapan gabah dan beras per 22 Februari 2026 telah mencapai 24.111 ton setara beras, atau 162% dari target Februari sebesar 14.876 ton. Angka ini menunjukkan Bulog Kanwil Yogyakarta melampaui target sementara dan tetap fokus mendukung cadangan pangan nasional.
Program penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar 4 juta ton beras, dengan alokasi khusus Kanwil Yogyakarta di 2026 sebesar 195.920 ton setara beras. Bulog Kanwil Yogyakarta aktif menyerap gabah dari petani sebagai mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, menekankan capaian ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Penyuluh Pertanian, mitra penggilingan, serta kelompok tani di DIY dan sekitarnya. “Sinergi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyerapan di lapangan,” ujarnya.
Selain penyerapan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga memberikan kepastian harga kepada petani. Gabah Kering Panen (GKP) dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah, untuk memastikan petani memperoleh keuntungan layak saat panen.
BACA JUGA

Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, saat meninjau penyerapan gabah petani di Semin, Gunungkidul, Senin (23/2/2026). (Dok. istimewa)
Di bulan Ramadan, penyerapan gabah tetap optimal melalui Tim Jemput Pangan, yang turun langsung ke lapangan membeli gabah dari petani di berbagai wilayah kerja. Menurut Dedi, langkah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga.
“Kami bersama jajaran terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara optimal, termasuk pada bulan Ramadan,” kata Dedi saat meninjau kegiatan penyerapan gabah di wilayah Semin, Kabupaten Gunungkidul, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Dedi mengimbau seluruh petani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk menjual hasil panen ke Bulog sesuai standar usia panen. Langkah ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani dan mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.
“Perum Bulog Kanwil Yogyakarta akan terus mengoptimalkan kegiatan penyerapan gabah dan beras guna memastikan target tahunan dapat tercapai serta mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement






