Advertisement
Harga Emas Dubai Anjlok Drastis Akibat Konflik Iran dan AS-Israel
Investasi emas / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pasar emas di Dubai kini tengah mengalami fenomena "obral" dengan potongan harga yang sangat signifikan. Kondisi ini dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah yang melumpuhkan jalur penerbangan serta menghambat kemampuan para pemasok untuk mendistribusikan logam mulia dari salah satu pusat perdagangan emas terpenting di dunia tersebut.
Melansir laporan Bloomberg pada Sabtu (7/3/2026), banyak pembeli internasional memilih untuk menunda pemesanan baru karena enggan menanggung lonjakan biaya pengiriman dan premi asuransi yang melambung tinggi.
Advertisement
Selain beban biaya, ketidakpastian waktu pengiriman akibat situasi geopolitik yang tidak menentu menjadi alasan utama lesunya aktivitas transaksi di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).
Para pedagang di Dubai kini mulai menawarkan diskon hingga US$30 per troy ounce terhadap harga patokan global di London. Langkah ini diambil guna menghindari tumpukan biaya penyimpanan serta beban pendanaan yang terus membengkak tanpa batas waktu yang jelas.
BACA JUGA
Hingga Jumat, sebagian besar pengiriman bullion masih tertahan, meski beberapa kargo mulai dimuat ke pesawat yang meninggalkan Dubai sejak pertengahan pekan ini.
Padahal, Dubai merupakan pilar utama bagi pemurnian serta ekspor emas batangan menuju pasar Asia, sekaligus menjadi gerbang distribusi dari Swiss, Inggris, hingga Afrika.
Namun, ruang udara negara tersebut sebagian besar ditutup menyusul serangan rudal Iran, terutama saat peperangan melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ketujuh tanpa ada tanda-tanda deeskalasi.
Logistik emas yang biasanya mengandalkan ruang kargo pesawat penumpang kini berada dalam titik nadir karena operasional bandara yang sangat terbatas.
Perusahaan logistik juga enggan mengambil risiko mengirim kargo bernilai tinggi melalui jalur darat menuju Arab Saudi atau Oman karena kompleksitas keamanan di perbatasan. Hal ini membuat harga emas di Dubai Good Delivery, yang biasanya memang lebih murah dari London, kini mengalami pelebaran selisih harga yang sangat mencolok.
Dampak dari macetnya rantai pasok ini mulai dirasakan di India sebagai salah satu importir terbesar, di mana pasokan emas fisik jangka pendek dilaporkan mulai mengetat.
Renisha Chainani, Kepala Riset Augmont Enterprises Ltd., menyebutkan bahwa banyak pengiriman yang mengalami penundaan serius.
Meskipun demikian, Chirag Sheth dari Metals Focus menilai stok di India masih relatif mencukupi berkat lonjakan impor pada Januari lalu, sehingga pembeli masih bersedia menunggu meski permintaan jangka pendek sedang lesu.
Situasi pasar fisik yang tertekan ini berbanding terbalik dengan harga emas di pasar spot yang sudah meroket hampir 20% sepanjang tahun ini hingga bertahan di atas level US$5.000 per troy ons.
Walaupun sempat tertekan oleh penguatan dolar AS pada pekan ini, harga terakhir masih terpantau fluktuatif di kisaran US$5.172 per troy ons, sementara para pelaku pasar terus memantau apakah hambatan logistik di Dubai ini akan memicu krisis pasokan yang lebih panjang dalam beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Penjualan Tiket KA Lebaran Daop 6 Jogja Tembus 272 Ribu
- Update Harga Emas 7 Maret 2026: Antam Melonjak, UBS dan Galeri24 Turun
- Kunjungan Wisman ke Yogyakarta via Bandara YIA Turun pada Januari 2026
- Antisipasi Harga Minyak Melonjak, Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk
- Stok Beras Nasional Aman 324 Hari ke Depan
- Pemerintah Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
- Strategi Bijak Kelola Dana THR agar Tabungan Tetap Aman
Advertisement
Advertisement








