Advertisement
Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM Meski Harga Minyak Dunia Naik
Petugas SPBU hendak melayani pembelian Pertamax Green 95. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan ketersediaan BBM di Indonesia masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Advertisement
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan, dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun terjadi konflik di kawasan Teluk yang memicu kenaikan harga minyak dunia, pasokan BBM nasional tetap terjaga. Hal ini karena Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan minyak jadi dari kawasan tersebut.
BACA JUGA
Menurut Bahlil, Indonesia memang mengimpor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, tetapi produk BBM jadi juga dipasok dari negara-negara di Asia Tenggara serta berasal dari produksi dalam negeri.
"Di Timur Tengah itu, kita cuma important crude, minyak mentahnya, sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi, harusnya nggak perlu ada sampai panic buying begitu," ujarnya.
Selain itu, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, meskipun harga minyak mentah global sempat melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel.
"Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk subsidi tetap sama," ujar Bahlil.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran subsidi BBM masih cukup kuat untuk menahan gejolak harga minyak dunia, setidaknya dalam jangka pendek.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 dolar AS per barel asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja, jadi belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb," kata Purbaya.
Ia menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia guna memastikan stabilitas pasokan energi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian: UBS Rp3,05 Juta dan Galeri24 Rp3,03 Juta
- Harga Minyak Rontok, Bursa Asia Melonjak: Kospi Naik 5 Persen
- Tarif Tol Semarang-Batang Naik, Ini Rinciannya
- Konsumsi Naik Saat Ramadan dan Lebaran Daya Beli Masih Tertekan
- DJP Pertimbangkan Perpanjangan Batas Lapor SPT 2026
- Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM Meski Harga Minyak Dunia Naik
Advertisement
Advertisement









