Advertisement

Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman

Dany Saputra
Rabu, 25 Maret 2026 - 15:47 WIB
Maya Herawati
Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan harga minyak dunia mulai memberi tekanan pada anggaran negara, namun pemerintah belum mengambil keputusan terkait pemangkasan belanja. Kajian masih dilakukan untuk menentukan langkah yang paling tepat.

Situasi ini muncul seiring potensi membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dapat mendorong pelebaran defisit APBN jika harga energi terus meningkat.

Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hingga kini belum ada keputusan final mengenai pemotongan anggaran kementerian maupun lembaga.

"Belum ada keputusan pangkas anggaran," ujarnya saat ditemui di Jogja, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pemerintah masih melakukan penghitungan dan penyisiran terhadap anggaran di seluruh kementerian dan lembaga, sembari memantau perkembangan harga minyak dunia.

Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar US$70 per barel. Namun, eskalasi konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran membuat harga minyak sempat melonjak hingga mendekati US$100 per barel.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban subsidi energi sekaligus menekan ruang fiskal pemerintah.

Purbaya memastikan proses efisiensi akan menyasar seluruh sektor, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, ia menegaskan anggaran MBG masih dalam kondisi aman dan tetap diupayakan berjalan optimal. "[Anggaran MBG] masih aman tetapi kami pastikan pelaksanaannya," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skenario antisipasi jika tekanan terus berlanjut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut defisit APBN berpotensi melebar hingga melampaui batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, skenario tersebut hanya akan diterapkan dalam kondisi krisis. Untuk saat ini, langkah yang ditempuh adalah menjaga defisit tetap terkendali melalui efisiensi anggaran.

"Terkait dengan skenario, itu adalah skenario saat kita krisis. Nah, langkah yang diambil per hari ini adalah memotong anggaran supaya kita tidak lewat dari 3%," ujarnya di Jakarta.

Dengan situasi global yang masih bergejolak, pemerintah terus menimbang keseimbangan antara menjaga stabilitas fiskal dan memastikan program prioritas tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani

Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani

Sleman
| Rabu, 25 Maret 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement