Advertisement

Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Tanda Tekanan Bisnis Kian Berat

Jumali
Jum'at, 24 April 2026 - 11:47 WIB
Jumali
Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Tanda Tekanan Bisnis Kian Berat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Raksasa perlengkapan olahraga Nike kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.400 karyawan secara global. Jumlah ini setara kurang dari 2% total tenaga kerja dan menjadi lanjutan dari efisiensi yang dimulai awal 2026.

Perampingan ini difokuskan pada sektor teknologi di wilayah Amerika Utara, Asia, dan Eropa, sebagai bagian dari strategi merapikan operasional di tengah tekanan persaingan yang semakin ketat. Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy, melalui memo internal perusahaan.

Advertisement

Reuters melaporkan, langkah efisiensi ini melanjutkan kebijakan sebelumnya pada Januari 2026, saat Nike memangkas sekitar 775 posisi. Manajemen menilai struktur organisasi perlu disederhanakan agar lebih adaptif menghadapi perubahan pasar global.

Di sisi lain, tekanan terhadap bisnis Nike belum mereda. Dalam tiga tahun terakhir, nilai saham perusahaan dilaporkan telah turun lebih dari 50%, dipicu oleh meningkatnya kompetisi dari merek-merek agresif seperti On, Hoka, dan Anta.

CEO Nike, Elliott Hill, yang mulai menjabat pada 2024, kini berupaya mengembalikan fokus perusahaan pada lini olahraga utama seperti lari dan sepak bola. Salah satu upaya tersebut adalah peluncuran produk inovatif, termasuk sepatu Nike Vomero 18 yang mencatat penjualan sekitar US$100 juta dalam tiga bulan pertama.

Namun, performa produk baru belum sepenuhnya mampu menahan tekanan. Nike masih harus memberikan diskon besar untuk menghabiskan stok lama, yang berdampak pada penurunan margin keuntungan. Bahkan, perusahaan memproyeksikan penjualan kuartal berjalan akan turun sekitar 2%–4%, dengan pasar China diperkirakan merosot hingga 20%.

Analis dari Morningstar, David Swartz, menilai pemulihan Nike berjalan lebih lambat dari ekspektasi. Sementara analis M Science, Drake MacFarlane, menyebut langkah PHK ini sebagai sesuatu yang besar namun tidak mengejutkan.

Ke depan, Nike berencana mengintegrasikan rantai pasok global serta memusatkan operasi teknologi di dua hub utama, yakni kantor pusat di Beaverton, Oregon, dan pusat teknologi di India.

Langkah restrukturisasi ini menjadi pertaruhan penting bagi Nike untuk keluar dari tekanan bisnis dan mengembalikan daya saing di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel di Bantul Beralih Gas Kecil, Stok LPG Besar Seret

Hotel di Bantul Beralih Gas Kecil, Stok LPG Besar Seret

Bantul
| Jum'at, 24 April 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement