Advertisement
Harga Tiket Pesawat Naik, Dorong Inflasi Jogja 0,10%
Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis - Felix Jody Kinarwan)).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Kenaikan harga tiket angkutan udara sebesar 6,25% menjadi salah satu faktor pendorong inflasi Kota Jogja pada April 2018. Inflasi pada bulan itu dinilai masih kondusif dengan nilai 0,10%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono mengatakan inflasi April disebabkan naiknya indek harga konsumen kelompok makanan jadi sebesar 0,12%. Disusuk dengan kenaikan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19%, serta kelopok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang naik sebesar 0,77%.
Advertisement
"Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan April 2018, sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi. Salah satunya kenaikan harga angkutan udara sebesar 6,25 persen," ujar Priyono, dalam Berita Rilis Statistik BPS, Rabu (2/5/2018).
Kenaikan angkutan udara tersebut memberikan andil sebesar 0,09%. Sedangkan komoditas lain yang turut mendorong inflasi yakni bawang merah yang mengalami kenaikan sebesar 16,73% dengan andil 0,07%. Bensin dan upah tukang bukan mandor juga mengalami kenaikan, masing-masing 1,13% dan 1,48%.
BACA JUGA
"Kenaikan harga telur ayam ras juga turut menyumbang inflasi pada bulan ini dengan kenaikan sebesar 4,43 persen. Ada pun andil yang diberikan sebesar 0,03 persen," jelas Priyono.
Sementara itu, secara bertahap harga beras yang semakin turun memberikan andil dalam menahan inflasi tidak semakin meninggi. Harga beras turun 3,09%. Beberapa komoditas lain yang turut menahan inflasi yakni bawang putih, cabai rawit, pepaya, cabai merah, brokoli dan melon.
Wakil Ketua TPID DIY, Budi Hanoto menambahkan inflasi Kota Jogja 0,10% menunjukkan inflasi pada April cenderung terkendali. Turunnya harga beberapa komoditas memberikan andil yang positif pada kondisi inflasi Jogja.
"April, inflasi Jogja 0,10 persen, relatif terkendali. Berarti ketersediaan pasokan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi kebijakan dan imbauan belanja bijak sudah efektif diterapkan," jelas Budi.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Impor 105.000 Pikap India Diprotes Buruh, Ini Alasannya
- OJK Tegaskan Influencer Keuangan Bisa Disanksi Jika Merugikan Publik
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026, UBS Rp3,099 Juta per Gram
- Harga Pangan Hari Ini Turun, Daging Sapi Rp137.867 per Kg
- Menaker Ingatkan Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR
Advertisement
Advertisement








