Pengusaha Kecil di Bantul Ternyata Malas Ngurus IUMK

Pengusaha Kecil di Bantul Ternyata Malas Ngurus IUMK Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
17 Mei 2018 11:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menerbitkan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) terbilang masih minim. Dari 34.000 pelaku UMKM, baru 15.000 pelaku yang menerbitkan IUMK.

Kepala Dinas Koperasi, Kecil dan Menengah (UKM) dan Perindustrian Bantul Sulistyanto mengatakan kendala penerbitan IUMK di Bantul memiliki kasus yang sama setiap individunya.

"Males ngurus. Kedua, ketidaktahuan fungsi penerbitan izin itu dan belum tau manfaat setelahnya [menerbitkan IUMK]. Kami akan terus dorong dengan sosialisasi dan pendampingan di tiap kecamatan," kata Sulis, Rabu (16/5/2018).

Sulis mengatakan pembina kecamatan harus sabar membimbing UMKM di Bantul kaitannya dengan penerbitan IUMK. Sebab banyak UMKM di Bantul yang terjerat rentenir karena tidak memiliki IUMK dan tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank. Meskipun begitu, Sulis mengatakan, 15.000 UMKM yang menerbitkan IUMK hampir 100% mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kasubbag BUMD dan Lembaga Keuangan Mikro Bagian Administrasi Perekonomian Setda Bantul Kuswindarti mengatakan pada 2018 penyerapan KUR ditargetkan mencapai Rp120 triliun untuk Indonesia. Saat ini KUR baru terserap 50%.

"Jadi ada Rp50 triliun dalam KUR yang belum terserap UMKM. Artinya harus diberikan ke UMKM yang memiliki IUMK. Bagi UMKM yang sudah mengakses KUR, izin yang mereka miliki akan masuk ke sistem informasi kreditur bank. Agar Pemkab dalam menyalurkan KUR itu tepat sasaran. Kemudian dilakukan juga monitoring kredit yang sudah kami berikan," kata Kuswindarti.

Ad Tokopedia