Advertisement
Rupiah Tembus 14.200, Sri Mulyani Bilang Wajar
Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - Antara/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Rupiah terus melemah menembus hingga Rp14.200 per dolar AS. Namun Pemerintah Pusat mengklaim masih wajar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Srikat masih dalam batas yang aman. Menurut dia nilai tukar rupiah masih stabil.
Advertisement
Indonesia menerapkan nilai tukar mata uang yang fleksibel. Sehingga, ketika ekonomi dunia membaik, dampak terhadap nilai tukar mata uang dalam negeri juga akan positif.
"Koreksi mata uang kita walaupun nilai tukar fleksibel, masih dalam range yang tetap stabil untuk jangka menengah-panjang," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).
BACA JUGA
Menurut Ani, kalau sedang terkena imbas seperti yang terjadi saat ini, rupiah juga akan mengalami tekanan atau koreksi sama seperti banyak kondisi mata uang lain.
"Koreksi mata uang kita walaupun fleksibel, masih di dalam rentang yang tetap stabil. Atau dalam artian menjaga stabilitas jangka menengah-panjang," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Ani, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya agar dampak pelemahan rupiah ini tidak terlalu dalam bagi perekonomian di Indonesia.
“Sentimen-sentimen negatif tertama dari global akan terus dipantau,” ujarnya.
Seperti diketahui dalam beberapa bulan terakhir nilai tukar rupiah menunjukkan tren melemah terhadap US$. Puncaknya pada Senin (21/5/2018) kurs menyentuh level Rp14.200. Melemah 5,11% dibandingkan dengan kurs Bank Indonesia pada akhir 2017 sebesar Rp13.509.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul April 2026, Ini Lokasinya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








