Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS

Jumali
Jumali Kamis, 04 Juni 2026 11:57 WIB
Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan dan menembus level Rp18.015 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Posisi ini menjadi salah satu titik terlemah mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir sekaligus membawa rupiah semakin dekat dengan level psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi ketika dolar AS memperoleh dukungan kuat dari berbagai sentimen global. Ketidakpastian yang meningkat akibat tensi geopolitik di Timur Tengah membuat investor cenderung memburu aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Di saat yang sama, sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan perkiraan pasar. Kondisi ini semakin memperkuat posisi dolar terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan dolar AS saat ini didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan data ekonomi yang solid.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” ujarnya dikutip dari Antara.

Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons positif data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta indeks aktivitas sektor jasa yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM). Kedua indikator tersebut menunjukkan kinerja ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi pelaku pasar.

Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap prospek ekonomi Negeri Paman Sam. Dampaknya, permintaan terhadap dolar AS meningkat sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor ekonomi dalam negeri yang membuat pergerakan mata uang nasional cenderung rentan terhadap tekanan eksternal.

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung tanpa perlawanan. Lukman menilai Bank Indonesia (BI) berpotensi meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.

Menurutnya, posisi rupiah yang kembali mendekati level psikologis penting dapat mendorong bank sentral mengambil langkah stabilisasi yang lebih agresif guna menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi volatilitas.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” katanya.

Intervensi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai instrumen yang selama ini digunakan BI, baik di pasar valuta asing maupun pasar surat berharga negara. Langkah itu bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus meredam gejolak yang berpotensi memengaruhi sektor ekonomi lainnya.

Untuk perdagangan jangka pendek, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif. Mata uang Garuda diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih sangat dipengaruhi perkembangan situasi geopolitik global, arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat, serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online