Advertisement
Bekraf Dukung Start-up Kuliner Lewat Kreatifood 2018
Ilustrasi Startup. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Mendorong pengembangan pasar dan perluasan promosi produk makanan dari start-up makanan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan tampilkan puluhan produk makanan dalam Kreatifood 2018 di Hartono Mall Jogja. Sebanyak 50 merek produk makanan ini akan dihadirkan selama tiga hari, 7-10 September 2018.
Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintahan Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmy Akmal mengungkapkan merek produk yang dihadirkan berasal dari sejumlah kota. "Memang produk yang ditampilkan tidak ada yang berasal dari Jogja, karena komitmen kami adalah membawa produk kreatif ini di luar dari daerah domisili mereka," ungkap Fahmy, Kamis (6/9).
Advertisement
Fahmy memaparkan Bekraf mencoba memfaslitasi para pelaku usaha rintisan ini untuk dapat mempromosikan produknya di luar domisili mereka. Sehingga diharapkan dapat mendorong perluasan pasar mereka. Produk-produk ini akan dibawa kesembilan kota di Indonesia. "Sebelum di Jogja, kami juga sudah menggelar di Medan dan Palembang," imbuh Fahmy.
Kreatifood 2018 merupakan acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan kuliner kepada kanal distribusi. Selain itu, kata Fahmy, pelaku start-up ini akan dihubungkan dengan pemasaran produk dan diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan atas terjadinya investasi dari akses permodalan non-perbankan.
BACA JUGA
Fahmy menambahkan subsektor kuliner memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) di antara 16 subsektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data dari BPS, pada 2016, kontribusi subsektor kuliner mencapai 41,4% dari PDB ekonomi kreatif dengan nilai Rop381 triliun dari total PDB ekonomi kreatif 2016 sebesar Rp922 triliun. "Laju pertumbuhan subsektor kuliner pada 2016 mencapai 7,45 persen dan telah menyerap lebih dari 7,9 juta tenaga kerja," imbuh Fahmy.
Lebih lanjut Fahmy memaparkan pertumbuhan nilai ekspor subsektor kuliner pada 2016 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pencapaian ekspor subsektor ini mencapai 6,92%. "Untuk itu, program Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu upaya dan bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut," jelas Fahmy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Muskal Sidomulyo Ricuh Saat Bahas BUMKal dan Anggaran Seret
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








