Bekraf Jaring Akselerasi Startup

Bekraf Jaring Akselerasi StartupKasubdit Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Toar Mangaribi saat menyampaikan sosialisasi BE-X di depan sejumlah startup Jogja di Silol Kopy & Eatery, Jumat (2/11). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
03 November 2018 13:32 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan BE-X untuk mempersiapkan dan mendorong startup Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Program akselerasi ini disosialisasikan kepada kurang lebih 100 pelaku startup Jogja di Silol Kopi and Eatery, Jumat (2/11).

Program BE-X belum lama ini diluncurkan dan akan disosialisasikan di kantong-kantong startup. Kasubdit Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Toar Mangaribi mengungkapkan BE-X telah diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. ”Namun, Jogja selalu spesial karena antusiasmenya sangat tinggi. Itu juga yang selalu membuat Bekraf seringkali menggelar acara di kota ini. Kota ini sama seperti kota-kota seperti Bandung, Malang dan Surabaya,” ujar Toar.

Pemerintah tengah mengupayakan percepatan agar startup dan industri kreatif dapat segera menghadapi persaingan global. Toar mengungkapkan melalui program ini diharapkan banyak startup yang akan berpartisipasi.

Lebih lanjut Toar memaparkan pertumbuhan startup di Jogja sangat pesat. Menurut data yang dirilis Jogja Digital Valley, Jogja tercatat memiliki sekitar 190 startup digital dengan pertumbuhan 30% setiap tahunnya.

“Diharapkan dengan akselerasi ini, startup Jogja bisa jadi garda depan. Untuk dapat mempersiapkan startup ini dapat bersaing secara global, tidak hanya infrastruktur dan pengetahuan mengenai startup yang diperlukan,” jelas Toar.

Faktor X yang dimiliki startup juga sangat dibutuhkan untuk dapat kuat bersaing di ranah global. Toar menyebutkan faktor X tersebut antara lain extra, excellent dan collaboration.

Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf Abdul Rohim Boy menambahkan diluncurkannya program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan startup Indonesia untuk dapat berkembang di pasar yang lebih luas. Melalui program ini diharapkan akan mendorong bermunculannya startup baru.

“Yang mana nantinya akan mendorong pertumbuhan ekosistem startup Indonesia yang sudah ada bisa semakin besar dan menjadi the next unicorn,” jelas Abdul.

Project Manager BE-X Eka Rangga Perwita mengungkapkan program sosialisasi ini telah dilaksanakan di dua kota, yakni Medan dan Makassar. Eka mengatakan dibandingkan dua kota sebelumnya, antusiasme Jogja sangat tinggi. Pasalnya, sebanyak 300 startup mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini dan hanya terpilih 100 startup.

Pendaftaran program akselerasi ini akan berlangsung hingga Desember mendatang dan pada Februari 2019 akan dipilih dilakukan seleksi. Eka menjelaskan startup yang lolos akan kembali diseleksi hingga terpilih tiga startup terbaik.

“Nantinya tiga startup ini akan diikutsertakan untuk mengikuti peningkatan capacity building di luar negeri. Tentunya di negara-negara yang perkembangan startup-nya pesat,” jelas Eka.