Phoenix Pererat Hubungan Desainer & Komunitas Fesyen

Phoenix Pererat Hubungan Desainer & Komunitas Fesyen Salah satu model memperagakan busana di pagelaran fashion show bertema Exclusive Fashion Network Gathering: Bold, Brave, Brilliant pada Jumat (9/11). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
10 November 2018 06:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—The Phoenix Hotel, pionir yang membawa dunia fesyen ke perhotelan Jogja dan mengangkat banyak nama desainer lokal hingga nasional, menghadirkan pagelaran fashion show bertema Exclusive Fashion Network Gathering: Bold, Brave, Brilliant pada Jumat (9/11). Menggandeng enam desainer lokal, kegiatan ini diadakan di Pre Function Ballroom.

Marketing Communication Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Maria Perwitasari mengatakan meski sempat terhenti menghadirkan gelaran fashion show selama beberapa waktu, The Phoenix tetap menjadi rumah yang ramah bagi para desainer Jogja. Pasalnya ada banyak desainer yang mendukung kegiatan The Phoenix dari dahulu hingga kini, mulai dari mereka masih belum punya nama hingga kini sudah dikenal nasional. Oleh sebab itu, pertunjukan fesyen ini kembali diadakan sebagai untuk membangkitkan kembali citra The Phoenix yang telah dikenal sebagai hotel yang peduli akan perkembangan dunia fesyen Jogja.

Maka tema yang dipilih pun adalah Bold, Brave dan Brilliant. Bold dimaknai sebagai penanda bangkitnya kembali The Phoenix sebagai hotel heritage yang peduli pada perkembangan fesyen lokal. Brave berarti The Phoenix berani mewadai para desainer baik yang junior maupun senior untuk mengenalkan karyanya pada masyarakat Jogja lewat pergelaran pertunjukan fesyen semacam ini. Apalagi menurut Sari, dengan hotel yang berkonsep heritage, The Phoenix sangat terbuka pada karya baru yang mengangkat lokalitas.

Sedangkan brilliant dimaknai sebagai langkah The Phoenix menciptakan ruang bagi para klien, desainer, maupun komunitas fesyen untuk bertemu di pergelaran pertunjukan fesyen ini dan menjalin relasi di antara mereka sehingga muncul sinyal membuka peluang kerja sama bagi para designer muda Jogja. "Kami harap relasi The Phoenix ke klien tetap terjalin dengan baik. Antara desainer dan klien juga ada mutual relation," katanya.

Sari menyebut pergelaran fashion show kali ini mengangkat kreasi karya kain Nusantara. Di antaranya kain tenun, batik, lurik dan dipadukan dengan local craft seperti aksesori perak dan tas berbahan alami. The Phoenix menggandeng beberapa desainer lokal yakni Caroline Rika Winata, Darie Gunawan, Djoko Margono, Endarwati, Lidwina Wurie, dan Theo Ridzky. Tak hanya itu, kegiatan kali ini juga turut mengundang para fashionista yang tergabung dalam komunitas yang ada di Jogja. "Semoga gelaran fashion show ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya," ucapnya.

General Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Marcel Jacquat mengatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang untuk mempertemukan para desainer lokal, baik yang sudah berpengalaman maupun desainer muda. "Kami ingin Phoenix yang sudah jadi rumah bagi para desasiner kembali welcome home. Selain itu juga harapannya antara desainer dan para komunitas ada ruang untuk saling kenal dan bangun hubungan yang baik," imbuhnya.