Pemerintah Relakan Merpati Diambilalih Swasta

Pemerintah Relakan Merpati Diambilalih SwastaIlustrasi kantor Kementerian BUMN - JIBI/Bisnis Indonesia
13 November 2018 19:22 WIB Dara Aziliya Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut mempersilakan investor strategis untuk dapat mengambil alih Merpati Nusantara Airlines melalui berbagai skema yang memungkinkan.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menyampaikan pemerintah sebetulnya telah cukup lama menmbuka kesempatan bagi investor-investor privat untuk masuk ke tubuh Merpati.

“Kami mengundang privat sektor yang memang berminat, silakan saja [mengambil Merpati]. Dari 2 tahun lalu sebenarnya kami sudah programkan privatisasi. Dengan nantinya Merpati memasukkan uang, otomatis kepemilikan negara akan terdilusi,” ungkap Aloysius saat dihubungi Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, Senin (12/11).

Kendati demikian, Aloysius menegaskan Kementerian BUMN tetap menunggu hasil putusan PKPU soal nasib Merpati. Dari PKPU tersebut, pemerintah akan menyimak berbagai usulan persidangan terkait status operasional Merpati.

Terkait kemungkinan privatisasi tersebut, Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha menyampaikan dia belum dapat membeberkan berapa besar dilusi saham pemerintah setelah masuknya investor yang akan menyuntikkan dana pada Merpati. “Tapi sudah ada perhitungannya,” kata Asep.

Aloysius mengatakan mitra strategis memutuskan untuk menyerap Merpati tersebut menilai masih ada peluang bisnis yang dapat dikembangkan dari maskapai tersebut.

Asep menyampaikan perseroan mengantongi komitmen dari Intra Asia Corpora setelah perusahaan tersebut melakukan bidding dengan beberapa calon investor dalam beberapa bulan terakhir. Dana senilai Rp6,4 triliun akan dikucurkan Intra Asia Corpora pada Merpati, untuk mendukung aktivitas operasional perseroan.

“Pada prinsipnya, untuk dapat mengajukan proposal perdamaian guna mendapat persetujuan kreditur itu harus ada baseline-nya. Baseline itu merupakan business plan yang diajukan mitra strategis yang mau masuk ke Merpati,” ungkap Asep .

Dalam proposal rencana operasional tersebut, Intra Asia Corpora telah memasukkan aspek-aspek seperti memenuhi ketersediaan pesawat, rute, tipe pesawat, dan rencana pengembangan bisnis. Namun, perseroan belum dapat merincikan rencana kerja tersebut.

 Dia berharap sidang PKPU dapat menyetujui pengajuan Merpati, yaitu meminta kreditur memberikan kemudahan restrukturisasi utang perseroan. Jika dikabulkan PKPU, Asep menargetkan dapat kembali menerbangkan maskapai tersebut pada tahun depan, setelah resmi menyetop penerbangan pada 1 Februari 2014.

“Suntikan tersebut bagian tidak terpisahkan dari upaya menghidupkan Merpati. Jika dikabulkan, kami akan mengajukan permohonan pada Kementerian BUMN, komunikasi dengan Kemenkeu, dan mengajukan reaktivasi aktivitas penerbangan ke Kemenhub,” ujar Asep.

Sebagaimana diketahui, Merpati Nusantara Airlines memiliki kewajiban hingga Rp10,72 triliun dengan aset sebesar Rp1,21 triliun. Per 31 Desember 2017, posisi ekuitas Merpati malah tercatat minus Rp9,51 triliun.

Sumber : Bisnis.com