Cerita Friderica Widyasari saat Ditunjuk Pjs Ketua dan Waka DK OJK
Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Pjs Ketua dan Wakil Ketua DK OJK usai mundurnya pimpinan OJK di tengah gejolak pasar saham.
Tangkap layar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam APBN Kita pada 27 Juli 2022./Bisnis - Anggara Pernando
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini sedang mengalami shock yang besar. Pasalnya, harga komoditas seperti minyak, pangan, hingga pupuk melonjak naik akibat kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak.
Jika harga yang masuk ke Indonesia sudah melonjak, lanjutnya, rakyat tentu saja tidak akan mampu untuk membayarnya. Imbasnya, APBN mau tak mau harus menyerap shock yang besar tersebut.
"Hari ini APBN lagi shock gede. Harga minyak naik, harga pangan naik, pupuk naik. Kalau harga minyak langsung masuk ke Indonesia dengan harga yang melonjak, rakyat pasti nggak akan mampu. Makanya shock yang besar ini kita absorb," katanya dalam Podkabs Episode 6 di YouTube Sekretariat Kabinet RI, dikutip Selasa (9/8/2022).
Padahal, untuk menjadi fiscal tools yang baik, APBN harus sehat. Namun, pada kenyataannya, APBN terkadang harus bekerja keras sebagaimana yang terjadi pada masa pandemi dua tahun ini.
Baca juga: PHRI DIY: Event di DIY Dongkrak Okupansi Hotel
Menurutnya, hal itu menjadi dilema lantaran APBN harus tetap sehat agar dapat melindungi rakyat dan ekonomi namun di sisi lain APBN terkadang perlu bekerja sangat keras untuk menjadi shock absorber.
Di samping itu, tantangan internal dalam melaksanakan APBN yaitu bagaimana Kementerian Keuangan harus mampu mengelola APBN. Dari sisi penerimaan seperti pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP), jelas dia, harus bekerja sesuai dengan potensi ekonomi.
"Kalau ada potensi pajak ya memang harus diterima. Jangan sampai bocor, nggak boleh korupsi," ungkapnya.
Demikian halnya dari sisi belanja. Belanja kementerian/lembaga juga harus dilakukan secara baik. Oleh karena itu, menurut dia tantangan internal dalam melaksanakan APBN yaitu desain yang baik dan eksekusi yang harus baik pula.
"Dan kita harus terus menerus melihat kondisi ekonomi, karena kita lihat berubah terus. Kita tidak boleh 'Oh APBN harus begini', kan tidak boleh begitu. Very dynamic apa yang disebut volatility itu juga harus kita bisa jaga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata Bantul hingga 74.887 orang dalam sepekan. PAD dari retribusi wisata menembus Rp1 miliar dengan pantai selatan.
Cari mobil bekas di bawah Rp100 juta? Ini 8 rekomendasi terbaik dari Honda Brio, Agya, Jazz, hingga Yaris. Simak tips dan pilih mobil idaman Anda!
Persiku Kudus resmi homebase di Stadion Sultan Agung Bantul untuk Championship 2026/2027. Tinggalkan Wergu Wetan, Macan Muria siap berjuang dari Bantul.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Google mulai menutup Android! Pengembang custom ROM resah karena kode sumber Pixel di AOSP Android 16 tak lagi dibagikan. Simak dampak dan masa depannya di sini