Pemda DIY Belum Terbitkan SE Baru Hantavirus, Warga Diminta Waspada
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA— Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta menargetkan satu emiten atau perusahaan dari DIY bisa Initial Public Offering (IPO) tahun ini. Kepala BEI Perwakilan Jogja Irfan Noor Riza mengatakan rencana IPO satu perusahaan tersebut masih berproses.
"Masih tetap berjalan prosesnya, semoga jika lancar harapan kami bisa IPO di akhir tahun ini, atau di awal tahun depan," ucapnya, Senin (25/9/2023).
Dia menjelaskan secara prinsip ada dua proses besar untuk IPO, di antaranya proses penawaran umum saham kepada publik dan proses pencatatan saham di BEI. Dari semua proses tersebut yang paling lama adalah proses persiapannya, yaitu di bagian awal dari proses penawaran umum saham kepada publik.
"Proses awal ini tim internal perusahaan dibantu oleh underwriter dan profesi penunjang mempersiapkan atau melakukan persiapan awal dan persiapan dokumen. Proses awal di internal ini biasanya membutuhkan waktu yang panjang," jelasnya.
Setelah proses awal selesai, proses selanjutnya adalah proses penyampaian permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan saham ke BEI dan pendaftaran saham ke KSEI [Kustodian Sentral Efek Indonesia]. Kemudian akan diikuti oleh proses-proses selanjutnya hingga IPO.
"proses awal di internal perusahaan dalam penyiapan dokumen-dokumen ini yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama sehingga proses pendaftarannya juga jadi mundur," ungkapnya.
BACA JUGA: Word Tourism Day, Dispar DIY Ajak Sektor Bisnis dan Kampus Kunjungi Sentra Ekraf
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait animo dan minat perusahaan di DIY untuk IPO, akhir-akhir ini cukup tinggi. Khususnya pasca beberapa kali BEI DIY melakukan sosialisasi dalam bentuk program workshop go public bersama pihak-pihak terkait.
"Beberapa perusahaan DIY mulai banyak yang datang ke kami untuk berkonsultasi langkah-langkah selanjutnya menuju IPO. Tentunya hal ini cukup menggembirakan bagi kami. Kami berharap, semakin bertumbuh dan bermunculan perusahaan-perusahaan di DIY yang melantai di BEI."
Sementara itu, BEI mencatat sudah ada 66 perusahaan yang IPO sampai 22 September 2023 dengan dana dihimpun Rp49.4 triliun. Kemudian ada 28 perusahaan dalam pipeline (antre) untuk IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dari pipeline tersebut, 26 calon perusahaan tercatat berencana IPO pada kuartal IV 2023 ini.
"Sampai dengan 22 September 2023, terdapat 66 Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dan masih terdapat 28 calon perusahaan tercatat dalam pipeline bursa," kata Nyoman.
Ia menyebut selama tiga tahun terakhir secara rata-rata terdapat 21,6% perusahaan yang mencatatkan saham di BEI pada kuartal IV dibandingkan dengan keseluruhan perusahaan tercatat baru pada tahun tersebut.
"Hal ini menunjukkan secara historis minat IPO pada kuartal IV signifikan," lanjutnya.
Berikut klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada
dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
• 2 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 miliar)
• 18 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar)
• 8 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 miliar)
Rincian sektornya adalah sebagai berikut:
• 4 Perusahaan dari sektor Basic Materials
• 3 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals
• 5 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals
• 4 Perusahaan dari sektor Energy
• 1 Perusahaan dari sektor Healthcare
• 2 Perusahaan dari sektor Industrials
• 3 Perusahaan dari sektor Infrastructures
• 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate
• 4 Perusahaan dari sektor Technology
• 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.